DCNews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7/2026). Pelemahan ini memperpanjang tren negatif setelah IHSG mengalami koreksi signifikan pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 7,6 poin atau 0,13 persen ke level 5.865,77. Tekanan jual kemudian berlanjut sehingga pada pukul 09.12 WIB, indeks tercatat melemah lebih dalam menjadi 5.860,64 atau turun 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan tersebut terjadi setelah IHSG ditutup melemah pada Rabu (8/7/2026) di level 5.873,37. Pada sesi tersebut, indeks kehilangan 113,12 poin atau 1,89 persen, menandai berlanjutnya sentimen negatif yang membayangi pasar saham domestik.
Tekanan tidak hanya terjadi pada IHSG. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar dan paling likuid juga dibuka melemah 1,77 poin atau 0,30 persen ke posisi 581,11. Sebelumnya, indeks LQ45 mengakhiri perdagangan Rabu di level 582,88 setelah turut ditutup di zona merah.
Pelemahan serentak pada IHSG dan LQ45 menunjukkan investor masih bersikap hati-hati pada awal perdagangan. Pelaku pasar diperkirakan masih mencermati berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar modal sepanjang hari. ***

