Rp101 Triliun! Pinjol RI Melonjak Tajam, OJK Soroti Risiko Kredit

Date:

DCNews, Jakarta — Industri pinjaman daring di Indonesia terus melaju cepat di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat. Otoritas mencatat, nilai outstanding pinjaman online kini telah menembus angka psikologis baru, menandai ekspansi signifikan sektor keuangan digital sekaligus memunculkan perhatian terhadap kualitas kredit.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan outstanding pembiayaan industri pinjaman daring atau pinjaman online (pinjol) mencapai Rp101,03 triliun per Maret 2026. Angka ini tumbuh 26,25% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Selasa (5/5/2026).

“Outstanding pembiayaan pada industri pinjaman daring pada Maret 2026 tumbuh 26,25% secara tahunan dengan nominal sebesar Rp101,03 triliun,” ujar Agusman.

Di sisi risiko, tingkat kredit bermasalah yang diukur melalui TWP90 tercatat sebesar 4,52%, mencerminkan tekanan yang tetap perlu diwaspadai di tengah pertumbuhan agresif industri.

Sementara itu, kinerja sektor pembiayaan secara umum menunjukkan tren moderat. Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh tipis 0,61% yoy menjadi Rp514,09 triliun, didorong terutama oleh peningkatan pembiayaan multiguna yang naik 6,51% yoy.

Kualitas pembiayaan relatif terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 2,83% dan NPF net 0,8%. Adapun gearing ratio perusahaan pembiayaan berada di level 2,17 kali, jauh di bawah ambang batas maksimum regulator sebesar 10 kali.

Berbeda dengan sektor pinjol, pembiayaan modal ventura justru mengalami kontraksi sebesar 0,95% yoy menjadi Rp16,57 triliun pada periode yang sama, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah dinamika ekonomi.

Di sisi lain, industri pergadaian mencatat pertumbuhan paling tinggi. Penyaluran pembiayaan meningkat 60,27% yoy menjadi Rp153,49 triliun. Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan melalui produk gadai yang mencapai Rp127,99 triliun atau setara 83,33% dari total pembiayaan industri.

Lonjakan di sektor pinjaman daring dan pergadaian menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat terhadap akses pembiayaan cepat. Namun, OJK menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekspansi dan manajemen risiko guna memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Tutup Dugaan Investasi Bodong Appeninc, VID, dan Sensenowai, Modusnya Menjebak lewat Tugas Online dan Kripto

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya tren investasi digital dan...

Sari Yuliati Soroti Kesejahteraan Petugas Haji 2026, DPR Siapkan Evaluasi Layanan Jamaah

DCNews, Jakarta — Pelaksanaan ibadah haji 2026 menjadi perhatian serius...

Market Brief Hari Ini: Emas Terkoreksi, Minyak Melemah, Nasdaq Tetap Menguat

DCNews, Jakarta — Pergerakan pasar global pada Selasa, 26...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serentak, Antam Tembus Rp2,916 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di platform Sahabat...