DCNews, Tangerang – Polisi Gelar Ngopi Kamtibmas di — Di tengah upaya memperkuat keamanan lingkungan berbasis partisipasi warga, Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota menggelar program “Ngopi Kamtibmas” di Balai Warga RW 03, Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kamis sore. Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara aparat dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan keamanan yang kian kompleks.
Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Eko Bagus Riyadi, hadir langsung dalam forum tersebut, menyapa warga sekaligus menyerap aspirasi terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program Ngopi Kamtibmas merupakan inisiatif dari Polda Metro Jaya untuk membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi sarana kami untuk lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan tugas-tugas kepolisian serta menyerap aspirasi warga secara langsung,” ujar Eko.
Ia menyebutkan, situasi kamtibmas di Kota Tangerang sejauh ini relatif kondusif. Namun, sejumlah potensi gangguan keamanan masih perlu diantisipasi bersama, terutama yang melibatkan generasi muda.
Menurut Eko, tren kejahatan yang melibatkan anak di bawah umur menjadi perhatian serius. Fenomena ini, kata dia, tidak lepas dari pengaruh media sosial serta lemahnya pengawasan orang tua di lingkungan keluarga.
“Dinamika kejahatan saat ini sudah mulai melibatkan anak-anak. Ini menjadi perhatian kita bersama, terutama peran keluarga dalam pengawasan,” katanya.
Dalam sesi dialog, warga turut menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya penyalahgunaan narkoba, maraknya praktik pinjaman online ilegal, serta aksi debt collector yang dinilai meresahkan lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian mendorong masyarakat untuk memperkuat sistem pengawasan lingkungan, termasuk dengan menyusun standar operasional prosedur (SOP) di tingkat RT dan RW.
“Terkait pinjol dan debt collector, kami sarankan dibuat SOP di lingkungan. Setiap pihak yang datang harus seizin pengurus setempat,” ujar Eko.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berkoordinasi dengan aparat, termasuk mengajukan penyuluhan terkait bahaya narkoba melalui Polsek atau satuan narkoba setempat.
Sebagai bagian dari sistem respons cepat, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 untuk melaporkan setiap potensi gangguan keamanan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, ditutup dengan pembagian paket sembako kepada warga serta sesi foto bersama. Program Ngopi Kamtibmas sendiri merupakan bagian dari implementasi “Jaga Jakarta Plus”, yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan, warga, aturan, dan amanah secara kolektif.
Melalui pendekatan dialogis ini, kepolisian berharap sinergi dengan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah di tengah tantangan sosial yang terus berkembang. ***

