Lonjakan Pinjol Saat Ramadan Dipicu Gaya Hidup Konsumtif, OJK Ingatkan Risiko Utang Membengkak

Date:

DCNews, Jakarta — Lonjakan penggunaan pinjaman online (pinjol) kembali terjadi selama Ramadan, mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kian bergeser ke arah instan dan berbasis utang. Tren ini, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), konsisten muncul dalam dua tahun terakhir, terutama pada periode Ramadan 2024 dan 2025, dengan mayoritas penggunaan masih didominasi kebutuhan konsumtif.

Di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran, pinjol kerap menjadi solusi cepat bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai pengeluaran, mulai dari belanja kebutuhan harian hingga gaya hidup. Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko finansial justru membayangi, terutama bagi pengguna yang tidak memiliki perencanaan keuangan matang.

Dosen Ekonomi Syariah IPB University, Ranti Wiliasih, menilai fenomena ini tidak lepas dari faktor psikologis seperti FOMO (fear of missing out), keinginan mengikuti tren, serta dorongan meniru gaya hidup orang lain yang marak di media sosial.

“Pinjaman konsumtif sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi mendesak seperti kebutuhan medis atau musibah,” ujar Ranti, Minggu (22/3/2026).

Ia mengingatkan, penggunaan pinjol tanpa kontrol dapat memicu masalah keuangan serius. Tingginya bunga serta praktik penagihan yang tidak selalu beretika berpotensi memperburuk kondisi debitur, terutama bagi mereka yang meminjam tanpa mempertimbangkan kemampuan bayar.

Lebih jauh, Ranti menekankan pentingnya disiplin dalam mengelola keuangan, khususnya di momen Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dalam tekanan sosial yang mendorong perilaku konsumtif.

“Tidak perlu memaksakan gaya hidup. Lebih baik hidup sederhana sesuai kemampuan daripada berutang demi terlihat mampu,” katanya.

Fenomena ini menjadi peringatan bagi regulator dan masyarakat bahwa literasi keuangan tetap menjadi kunci utama dalam menekan risiko utang digital yang semakin mudah diakses, terutama di tengah momentum konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung Usai Penggeledahan Kantor, Dua Eks Pejabat Ikut Dijebloskan

DCNews, Jakarta — Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Badan Gizi...

Ahmad Luthfi Minta BPD Perluas Kredit UMKM, Cegah Pelaku Usaha Terjerat Pinjol dan Rentenir

DCNews, Semarang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong peran...

Aset BPR dan BPRS Tumbuh Jadi Rp236,69 Triliun per Maret 2026, OJK Soroti Tantangan Digital dan Persaingan Kredit

DCNews, Jakarta — Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank...