Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Nasional Tetap Aman

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Perusahaan menyatakan telah menyiapkan langkah mitigasi risiko menyeluruh guna memastikan operasional tetap berjalan dan kebutuhan energi masyarakat Indonesia terpenuhi.

Melalui penguatan sistem pemantauan dan koordinasi lintas lembaga, Pertamina memastikan keselamatan pekerja dan kelancaran distribusi energi menjadi prioritas utama. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta perwakilan diplomatik Indonesia di kawasan terdampak, termasuk Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal RI, guna mengantisipasi potensi dampak terhadap operasional perusahaan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan seluruh pekerja, armada, dan fasilitas operasional yang berada di wilayah Timur Tengah terus dimonitor secara ketat.

“Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi risiko dan memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, serta otoritas setempat guna menjaga keamanan kru dan kelancaran operasional,” ujar Baron dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).

Pertamina mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika kawasan tersebut. Pertama, PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive yang menangani pengangkutan energi global. Kedua, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang mengelola operasi hulu di Basra, Irak. Ketiga, Pertamina Patra Niaga yang berperan dalam pengadaan minyak mentah dan produk energi dari kawasan Timur Tengah.

Menurut Baron, perusahaan secara aktif memantau pergerakan harga dan pasokan energi global serta melakukan penyesuaian strategi pengadaan secara berkelanjutan. Diversifikasi sumber pasokan minyak mentah, BBM, dan LPG—baik dari produksi domestik maupun mitra internasional—disebut menjadi kunci fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik.

“Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai di tengah situasi global yang dinamis,” katanya.

Di dalam negeri, Pertamina juga mengoptimalkan operasional kilang untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Dengan sistem pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap aman, memadai, dan terkendali.

“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Baron.

Selain menjaga ketahanan energi jangka pendek, Pertamina menegaskan komitmennya terhadap transformasi jangka panjang. Perusahaan menyatakan tetap konsisten mendukung target Net Zero Emission 2060 serta menjalankan program yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Langkah-langkah tersebut, menurut perusahaan, menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara ketahanan energi nasional dan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di tengah tekanan geopolitik global. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Market Brief Hari Ini: Emas Tetap Kuat, Minyak Naik, Saham Teknologi Cetak Rekor Baru

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global hari ini (Kamis,...

Ancaman PHK Massal di Pulau Jawa Capai 9.000 Pekerja, Efek Domino Konflik Global dan Lesunya Industri

DCNews, Jakarta — Gelombang ketidakpastian ekonomi global mulai terasa...

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Serempak di Pegadaian, Ini Analisis Peluang Investasi 2026

DCNews, Jakarta - Kenaikan harga emas kembali terjadi di...

Senator Graal Dorong “Politik Gagasan” untuk Atasi Krisis Demokrasi di Indonesia

DCNews, Ternate — Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kualitas demokrasi...