DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di Pegadaian melonjak pada Minggu pagi (15/2/2026), didorong tren penguatan harga logam mulia global dan peningkatan permintaan aset lindung nilai. Berdasarkan data resmi yang dikutip pukul 06.14 WIB, emas UBS dipatok Rp2.998.000 per gram, sementara Galeri24 berada di level Rp2.981.000 per gram.
Kenaikan ini menandai penguatan signifikan dibandingkan posisi Sabtu pagi, ketika emas UBS masih berada di Rp2.961.000 per gram dan Galeri24 di Rp2.938.000 per gram. Dalam sehari, harga UBS naik Rp37.000 per gram, sedangkan Galeri24 bertambah Rp43.000 per gram.
Pegadaian menyatakan harga jual emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar dan pembaruan harga dari produsen. Emas Galeri24 tersedia dalam pecahan 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram), sementara emas UBS dipasarkan mulai 0,5 gram hingga 500 gram.
Rincian Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.564.000
- 1 gram: Rp2.981.000
- 2 gram: Rp5.890.000
- 5 gram: Rp14.618.000
- 10 gram: Rp29.159.000
- 25 gram: Rp72.505.000
- 50 gram: Rp144.894.000
- 100 gram: Rp289.645.000
- 250 gram: Rp722.334.000
- 500 gram: Rp1.444.667.000
- 1.000 gram: Rp2.889.334.000
Rincian Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.620.000
- 1 gram: Rp2.998.000
- 2 gram: Rp5.949.000
- 5 gram: Rp14.698.000
- 10 gram: Rp29.242.000
- 25 gram: Rp72.960.000
- 50 gram: Rp145.620.000
- 100 gram: Rp291.125.000
- 250 gram: Rp727.598.000
- 500 gram: Rp1.453.487.000
Analisis Pasar: InvestorInvestor Cenderung Tingkatkan Ekspansi
Penguatan harga emas domestik mencerminkan dinamika global, di mana investor cenderung meningkatkan eksposur pada aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan volatilitas nilai tukar. Kenaikan dalam dua hari terakhir menunjukkan momentum beli masih cukup solid, terutama menjelang pembukaan pasar Asia awal pekan.
Jika tren global tetap bertahan, harga emas ritel di dalam negeri berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan dolar AS dan kebijakan suku bunga bank sentral global, yang secara historis menjadi katalis utama naik-turunnya harga emas. ***

