DCNews, Jakarta — PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), emiten penyedia bahan baku advertising dan printing, mengumumkan adanya negosiasi perubahan pengendalian menyusul rencana pengambilalihan saham oleh calon pengendali baru, Nagita Slavina. Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada publik pada Kamis (12/2/2026).
Direktur Utama VISI, David Dwiputra, menyatakan perseroan telah menerima pemberitahuan resmi terkait negosiasi yang dilakukan oleh istri Raffi Ahmad tersebut dengan pemegang saham penjual.
“Pada Februari 2026, kami menerima surat pemberitahuan atas pengumuman negosiasi yang dilakukan oleh Nagita Slavina selaku calon pengendali baru dengan pemegang saham penjual terkait rencana pengambilalihan saham PT Satu Visi Putra Tbk,” ujar David dalam laporan resmi perseroan.
Dalam dokumen keterbukaan disebutkan bahwa tanggal kejadian informasi atau fakta material adalah 11 Februari 2026. Jenis informasi tersebut dikategorikan sebagai negosiasi terkait perubahan pengendalian, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap emiten atau perusahaan publik.
Manajemen menegaskan bahwa proses negosiasi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
“Perusahaan menyatakan dampak kejadian tersebut terhadap kegiatan operasional tidak signifikan. Dampak terhadap aspek hukum juga dinyatakan tidak signifikan,” kata David.
Hingga tanggal penyampaian keterbukaan informasi, perseroan juga menyatakan tidak terdapat kejadian atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik.
Kinerja Keuangan: Utang Naik, Penjualan Turun
Di tengah rencana perubahan pengendalian, VISI mencatat dinamika pada kinerja keuangannya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025, utang bank jangka pendek VISI mencapai Rp67,94 miliar, meningkat sekitar 23 persen dibandingkan Rp55 miliar pada akhir 2024.
Sementara itu, penjualan neto turun 21,93 persen menjadi Rp250,08 miliar dari Rp320,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan juga turun menjadi Rp219,51 miliar dari Rp288,43 miliar.
Laba kotor tercatat Rp30,57 miliar, sedikit menurun dari Rp31,90 miliar pada 30 September 2024. Namun laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp3,42 miliar dari Rp3,02 miliar.
Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp966,07 juta, laba periode berjalan mencapai Rp2,46 miliar, naik tipis dari Rp2,36 miliar pada periode sebelumnya. Laba per saham dasar tercatat 0,799, meningkat dari 0,766.
Dari sisi neraca, total aset per 30 September 2025 tercatat Rp293,79 miliar, naik tipis dari Rp292,22 miliar per 31 Desember 2024. Kas dan setara kas melonjak menjadi Rp8,36 miliar dari Rp2,86 miliar.
Total liabilitas meningkat menjadi Rp108,31 miliar dari Rp106,12 miliar, sementara total ekuitas turun menjadi Rp185,48 miliar dari Rp186,10 miliar.
Rencana masuknya Nagita Slavina sebagai calon pengendali baru menandai potensi perubahan struktur kepemilikan di tengah tekanan penjualan yang masih membayangi kinerja perseroan. ***

