DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Selasa (10/2/2026), mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan. Data dari laman resmi Logam Mulia menunjukkan harga emas naik Rp14.000 menjadi Rp2.954.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.940.000.
Kenaikan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback) emas Antam yang kini berada di level Rp2.748.000 per gram. Harga buyback ini berlaku saat investor menjual kembali emas batangan kepada Antam dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.
Sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku, transaksi penjualan emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali emas dengan nilai di atas Rp10 juta, pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif PPh 22 sebesar 1,5 persen, sementara non-NPWP dikenai tarif 3 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.
Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan yang tercatat di laman Logam Mulia:
- 0,5 gram: Rp1.527.000
- 1 gram: Rp2.954.000
- 2 gram: Rp5.848.000
- 3 gram: Rp8.747.000
- 5 gram: Rp14.545.000
- 10 gram: Rp29.035.000
- 25 gram: Rp72.462.000
- 50 gram: Rp144.845.000
- 100 gram: Rp289.612.000
- 250 gram: Rp723.765.000
- 500 gram: Rp1.447.320.000
- 1.000 gram: Rp2.894.600.000
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, pemerintah menetapkan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai dengan bukti pemotongan pajak sesuai regulasi yang berlaku.
Analisis Pasar: Sejalan Tren Penguatan Harga Emas Global
Kenaikan harga emas Antam ini sejalan dengan tren penguatan harga emas global yang didorong oleh ketidakpastian arah suku bunga, tensi geopolitik, serta pelemahan nilai tukar di sejumlah negara berkembang. Di pasar domestik, emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai paling stabil, terutama di tengah volatilitas pasar saham dan kekhawatiran terhadap inflasi.
Dalam jangka pendek, analis memperkirakan harga emas berpotensi tetap bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat, seiring meningkatnya permintaan investor ritel dan institusional yang mencari aset aman. ***

