Tekanan Politik Meningkat, Wakpres Filipina Sara Duterte Digugat Pemakzulan untuk Ketiga Kalinya

Date:

DCNews, Manila — Tekanan politik terhadap Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kian menguat setelah sekelompok pengacara dan tokoh agama mengajukan gugatan pemakzulan ketiga dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Gugatan terbaru ini menambah daftar panjang upaya parlemen dan kelompok masyarakat sipil yang berusaha melengserkan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte dari jabatan nomor dua di Filipina, di tengah memanasnya pertarungan kekuasaan elite politik negara tersebut.

Dalam dokumen yang diajukan ke Kongres Filipina, para pemohon menuduh Sara Duterte terlibat praktik gratifikasi dan dugaan korupsi yang berkaitan dengan penyalahgunaan dana publik. Tuduhan itu disebut melanggar konstitusi Filipina serta prinsip akuntabilitas dan integritas pejabat negara. Hingga berita ini diturunkan, kantor Wakil Presiden belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi gugatan tersebut.

Sara Duterte sebelumnya telah meremehkan dua gugatan serupa yang diajukan terhadapnya. Ia menyebut upaya pemakzulan itu sebagai manuver politik tanpa dasar hukum kuat, bahkan menyamakannya dengan “selembar kertas tanpa bukti.” Pernyataan tersebut mencerminkan sikap defensif yang kini semakin diuji oleh eskalasi tekanan politik yang datang bertubi-tubi.

Gugatan pemakzulan terbaru ini memperoleh dukungan terbuka dari Leila de Lima, anggota Kongres Filipina sekaligus salah satu kritikus paling vokal keluarga Duterte. De Lima selama ini dikenal konsisten mengangkat isu dugaan penyalahgunaan kekuasaan pada era pemerintahan Rodrigo Duterte, termasuk kebijakan perang melawan narkoba yang menuai kecaman luas dari komunitas internasional.

Bayang-bayang politik keluarga Duterte turut membebani posisi Sara Duterte, seiring sorotan internasional terhadap sang ayah, Rodrigo Duterte, yang menghadapi proses hukum di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag. Mantan presiden Filipina itu diselidiki terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan atas operasi antinarkoba yang, menurut kelompok HAM, menewaskan ribuan orang selama masa kepemimpinannya.

Belum dapat dipastikan apakah gugatan pemakzulan ketiga ini akan memperoleh dukungan politik yang cukup di Kongres untuk berlanjut ke tahap pemungutan suara. Namun, pengajuan gugatan secara berulang dalam waktu singkat menandai semakin dalamnya keretakan politik di Filipina serta tantangan serius terhadap stabilitas posisi Wakil Presiden Sara Duterte, di tengah dinamika kekuasaan yang terus bergerak dan penuh ketidakpastian. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 21 April 2026 Turun: Galeri24, UBS, dan Antam Kompak Melemah

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di Pegadaian pada Selasa...

Habib Aboe Bakar Silaturahmi dengan 18 Ulama di Madura

DCNews, Madura — Polemik yang sempat berkembang antara anggota...

Fakta Baru Pembunuhan di Lampung Selatan, Ternyata Pelaku Terjerat Pinjol dan Judi Online

DCNews, Lampung Selatan — Suara teriakan minta tolong yang...

Posisi Strategis Sekretaris Kabinet

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Menteri PKP, juga Wakil Ketua...