Drone Rusia Serang Bus Pekerja Tambang di Ukraina Tengah, 15 Orang Tewas di Tengah Upaya Diplomasi Damai

Date:

DCNews, Ternivka — Sebuah serangan drone Rusia menghantam bus yang mengangkut pekerja tambang di Ukraina tengah, menewaskan sedikitnya 15 orang dan menambah daftar panjang korban sipil dalam perang yang telah memasuki tahun ketiganya. Insiden ini terjadi di tengah upaya Amerika Serikat mendorong pembicaraan damai antara Moskow dan Kyiv.

Kepolisian Nasional Ukraina melaporkan bahwa serangan terjadi di dekat kota Ternivka, distrik Pavlohrad, wilayah Dnipropetrovsk. Gambar-gambar lokasi kejadian yang diunggah polisi memperlihatkan bus hangus terbakar di jalan raya, dengan puing-puing berserakan di sekitarnya.

Jumlah korban tewas awalnya dilaporkan sebanyak 12 orang, namun layanan darurat Ukraina kemudian memperbarui angka tersebut menjadi 15 orang dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Telegram.

“Drone tersebut menyerang infrastruktur sipil dan membakar bus dengan orang-orang di dalamnya,” tulis Kepolisian Nasional Ukraina, seraya menegaskan bahwa target serangan bukanlah fasilitas militer.

Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, mengatakan bus tersebut mengangkut para pekerja tambang yang baru pulang dari giliran kerja mereka. Menurut DTEK, serangan terhadap bus ini merupakan bagian dari gelombang serangan Rusia terhadap fasilitas pertambangan dan energi milik perusahaan itu di wilayah Dnipropetrovsk.

Namun, klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga laporan ini disusun, otoritas Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Serangan mematikan ini terjadi di saat Washington meningkatkan upaya diplomatik untuk membuka jalur negosiasi antara Rusia dan Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Februari di Uni Emirat Arab, dengan dukungan mediasi internasional.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Kremlin dilaporkan mengurangi intensitas serangan udara terhadap infrastruktur energi Ukraina. Namun, fokus serangan tampaknya bergeser ke sektor transportasi sipil. Pada 27 Januari lalu, sebuah serangan terhadap kereta penumpang dilaporkan menewaskan enam orang.

Di sisi lain perbatasan, konflik drone juga terus memakan korban. Gubernur wilayah Belgorod, Rusia, menyatakan bahwa sebuah drone Ukraina menabrak mobil sipil pada Minggu, melukai empat orang. Klaim tersebut, seperti banyak laporan serupa dari kedua belah pihak, juga tidak dapat diverifikasi secara independen.

Serangan terhadap sasaran sipil di kedua negara kembali menegaskan rapuhnya situasi keamanan regional, bahkan ketika jalur diplomasi mulai dibuka—dan memperlihatkan betapa jaraknya masih jauh antara meja perundingan dan realitas di medan perang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Polisi Bertindak Cepat, Motor Ojol yang Diduga Ditarik Debt Collector di Tangerang Dikembalikan

DCNews, Tangerang — Di tengah meningkatnya keluhan masyarakat terkait...

Transparansi Biaya Jadi Sorotan di Tengah Lonjakan Pinjol, Outstanding Tembus Rp101 Triliun

Transparansi Biaya Jadi Sorotan di Tengah Lonjakan Pinjaman Online,...

Satgas PASTI Tutup 953 Pinjol Ilegal pada Kuartal I 2026, Modus Penipuan Digital Kian Marak

DCNews,  Jakarta — Gelombang penipuan keuangan digital masih menjadi ancaman...

DPR Dukung Penguatan Pendidikan Kewirausahaan Cetak Entrepreneur Baru

DCNews, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI dari...