DCNews, Jakarta— Di tengah tantangan ekonomi yang masih menekan kelompok rentan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar menegaskan kembali peran strategis account officer (AO) sebagai agen perubahan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha mikro.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, mengatakan AO PNM Mekaar bukan sekadar petugas penyalur pembiayaan, melainkan ujung tombak pendampingan ekonomi yang bekerja langsung di akar rumput. Mayoritas AO yang berasal dari kalangan muda dinilai memiliki daya adaptasi dan kedekatan sosial yang kuat dengan nasabah.
“Para account officer PNM Mekaar merupakan pilar utama pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka mendampingi ibu-ibu prasejahtera agar mampu naik kelas dan mandiri secara ekonomi,” ujar Dodot dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
PNM mencatat, sejumlah AO menunjukkan kinerja konsisten dalam membangun ekosistem usaha nasabah. Salah satunya adalah Jeni Adilasari, warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang bergabung sebagai AO PNM Mekaar tak lama setelah lulus SMA.
Sejak awal penugasan, Jeni disebut aktif melakukan riset lapangan dan pemetaan potensi ekonomi masyarakat sekitar. Pendekatan berbasis data lokal tersebut menjadi fondasi pendampingan usaha yang lebih tepat sasaran, terutama bagi pelaku usaha mikro yang selama ini kesulitan berkembang.
Setelah lima tahun bergabung, dedikasi Jeni berbuah apresiasi. Ia mendapatkan kesempatan umrah gratis melalui program employee reward PNM sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan kontribusinya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Jeni menuturkan bahwa pendampingan nasabah tidak berhenti pada pemberian akses modal. Menurutnya, tantangan utama UMKM justru terletak pada pengelolaan usaha dan keberlanjutan bisnis.
“Pemberdayaan dimulai dari pelatihan manajemen usaha yang baik dan benar. Kami juga mendorong revitalisasi bisnis agar produk lebih diminati konsumen,” kata Jeni.
Hasilnya mulai terlihat. Dalam kurun satu tahun pendampingan terhadap puluhan nasabah, sejumlah pelaku usaha mengalami peningkatan signifikan dalam skala produksi dan daya saing. Salah satu contohnya adalah nasabah hortikultura yang mampu meningkatkan produksi cabai kering kemasan dari rata-rata 100–120 kilogram per bulan menjadi 450–500 kilogram.
Bagi Jeni, Mekaar bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang belajar bersama antara pendamping dan nasabah.
“Program ini bukan hanya membantu modal usaha, tapi juga menjadi tempat belajar mengelola bisnis. Perlahan, dampaknya menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga nasabah,” ujarnya.
PNM menilai penguatan peran AO menjadi kunci keberlanjutan program Mekaar di tengah dinamika ekonomi nasional. Pendekatan pendampingan yang konsisten dan berbasis komunitas diyakini mampu menjaga tujuan utama Mekaar: menciptakan kemandirian ekonomi dari bawah, bukan sekadar pertumbuhan angka pembiayaan. ***

