Gubernur NTT Minta Bank Jangan Diam Saat Keluarga NTT Terjerat Pinjaman Online

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah perayaan Natal bersama pelaku industri keuangan di Nusa Tenggara Timur, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan pesan yang melampaui seremoni keagamaan: rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu akar persoalan kemiskinan di daerah tersebut dan membutuhkan peran lebih aktif dari sektor perbankan.

Pesan itu disampaikan Melki saat menghadiri Perayaan Natal Bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) NTT yang digelar di Aston Hotel Kupang & Convention Center, Kamis (15/1/2026) malam. Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan perbankan, lembaga jasa keuangan, serta unsur pemerintah daerah.

Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Melki menilai nilai-nilai Natal memiliki relevansi langsung dengan agenda pembangunan ekonomi, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian keuangan keluarga di NTT.

“Keselamatan keluarga hari ini tidak hanya dimaknai secara rohani, tetapi juga bagaimana keluarga mampu mengelola keuangannya dengan sehat dan berkelanjutan,” kata Melki dalam sambutannya.

Ia menyoroti fakta bahwa persoalan literasi keuangan tidak hanya dialami oleh keluarga berpenghasilan rendah. Menurutnya, banyak keluarga yang secara ekonomi tergolong cukup pun masih terjebak dalam pengelolaan keuangan yang buruk.

“Literasi keuangan kita masih lemah. Penghasilan atau bantuan yang diterima masyarakat sering kali habis untuk pinjaman online, judi, atau konsumsi berlebihan. Ini membuat mereka sulit keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujar Melki.

Karena itu, ia mendorong perbankan dan lembaga jasa keuangan di NTT untuk tidak berhenti pada fungsi bisnis semata, tetapi juga memperluas peran sosial melalui edukasi dan pendampingan literasi keuangan yang berkelanjutan.

“Perbankan punya peran strategis. Saya berharap sektor ini sungguh-sungguh membantu masyarakat memahami cara mengelola keuangan agar ekonomi keluarga bisa lebih kuat,” tambahnya.

Perayaan Natal tersebut turut dihadiri Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Ketua BMPD NTT Adidoyo Prakoso, Ketua FKLJK NTT Yan Jimmy H. Simarmata, serta para pimpinan lembaga jasa keuangan yang beroperasi di wilayah NTT.

Ketua BMPD NTT Adidoyo Prakoso, yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, mengatakan Natal bersama ini menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah keberagaman.

“NTT mengajarkan kita tentang toleransi yang nyata dan indah. Kelahiran Yesus mengingatkan kita untuk melayani sesama dengan kasih yang tulus,” kata Adidoyo.

Perayaan Natal Bersama BMPD dan FKLJK NTT berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Di luar pesan spiritual, acara ini sekaligus menegaskan komitmen sektor jasa keuangan untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan keluarga. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Fenomena FOMO dan Paylater Jerat Mahasiswa, Literasi Keuangan Jadi Kunci

DCNews, Malang— Di tengah pesatnya penetrasi layanan keuangan digital,...

May Day 2026 Berlangsung Kondusif, Habib Aboe Bakar Apresiasi Pendekatan Humanis Polri

DCNews, Jakarta — Di tengah kekhawatiran akan potensi gesekan dalam...

Senator Maluku Utara Dr. Graal Taliawo: Pendidikan Fondasi SDM Unggul di Hari Pendidikan Nasional 2026

DCNews, Jakarta - Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional pada...

Pinjol Ilegal Kian Mengganas, OJK Imbau Masyarakat Gunakan Prinsip “Camilan”

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan...