DCNews, Jakarta — Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak pagi hingga sore hari kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Senin (12/1/2026) pukul 17.00 WIB, genangan air masih merendam 57 rukun tetangga (RT) dan 39 ruas jalan, dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai satu meter di titik terparah.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M. Yohan, mengatakan wilayah terdampak tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Genangan disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan luapan sungai di sejumlah kawasan padat penduduk.
Di Jakarta Barat, banjir tercatat melanda 12 RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kamal, dan Tegal Alur. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 40 hingga 75 sentimeter, dengan penyebab utama hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dan lokal.
Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi kawasan dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 20 RT. Genangan terjadi di Kelurahan Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur. Selain hujan lebat, luapan Kali Krukut memperparah kondisi, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter di beberapa titik.
Di Jakarta Timur, BPBD mencatat 18 RT terdampak banjir yang tersebar di Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Luapan Kali Ciliwung menyebabkan genangan setinggi hingga satu meter, terutama di kawasan Kampung Melayu.
Adapun di Jakarta Utara, genangan terjadi di dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian sekitar 35 sentimeter, dipicu oleh hujan deras dan buruknya drainase lingkungan.
BPBD DKI Jakarta juga melaporkan adanya warga yang mengungsi akibat banjir. Lokasi pengungsian tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara, dengan ratusan kepala keluarga terdampak. Sementara itu, satu RT di Kelurahan Tengah dilaporkan telah surut.
Selain permukiman warga, banjir juga merendam 39 ruas jalan utama dan lingkungan, mengganggu aktivitas lalu lintas. Sejumlah ruas dilaporkan mulai surut, namun sebagian besar masih dalam proses penanganan petugas.
“BPBD telah mengerahkan personel untuk memantau genangan, melakukan penyedotan air, serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Target kami, genangan dapat surut secepat mungkin,” ujar M. Yohan dalam keterangan tertulis.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah rawan. Warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa apabila menghadapi kondisi kedaruratan. ***

