DCNews, Jakarta — Harga emas ritel di Pegadaian kembali bergerak naik pada Kamis (8/1/2026), melanjutkan tren penguatan sejak awal Januari 2026. Dua produk logam mulia yang dipasarkan, yakni emas Galeri24 dan UBS, tercatat sama-sama mengalami kenaikan harga dalam dua hari terakhir, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah dinamika pasar global.
Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 naik dari Rp2.582.000 menjadi Rp2.599.000 per gram, atau menguat Rp17.000 sejak 6 Januari. Kenaikan serupa juga terjadi pada emas UBS yang dibanderol Rp2.648.000 per gram, naik Rp10.000 dari posisi sebelumnya Rp2.638.000.
Emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram), sementara emas UBS dipasarkan dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Ragam pilihan ini menjadikan emas Pegadaian tetap diminati baik oleh investor ritel kecil maupun pembeli dengan kebutuhan investasi jangka panjang.
Daftar Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.363.000
- 1 gram: Rp2.599.000
- 2 gram: Rp5.119.000
- 5 gram: Rp12.702.000
- 10 gram: Rp25.337.000
- 25 gram: Rp63.188.000
- 50 gram: Rp126.275.000
- 100 gram: Rp252.425.000
- 250 gram: Rp629.511.000
- 500 gram: Rp1.259.022.000
- 1.000 gram: Rp2.518.044.000
Daftar Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.431.000
- 1 gram: Rp2.648.000
- 2 gram: Rp5.255.000
- 5 gram: Rp12.985.000
- 10 gram: Rp25.833.000
- 25 gram: Rp64.455.000
- 50 gram: Rp128.645.000
- 100 gram: Rp257.188.000
- 250 gram: Rp642.781.000
- 500 gram: Rp1.284.052.000
Analisis Pasar
Penguatan harga emas Pegadaian sejalan dengan tren global di mana investor kembali melirik emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian arah suku bunga global, fluktuasi nilai tukar, serta meningkatnya tensi geopolitik. Di pasar domestik, stabilnya permintaan emas fisik—terutama menjelang awal tahun—memberikan sentimen positif tambahan. Jika ketidakpastian ekonomi global berlanjut dan tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda, harga emas ritel diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek hingga menengah. ***

