DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Jumat, 2 Januari 2026, dibuka dengan dinamika harga komoditas dan mata uang yang mencerminkan sentimen investor yang hati-hati memasuki tahun baru. Harga emas stabil setelah reli 2025 yang kuat, minyak mentah masih menekan di tengah surplus pasokan global, sementara pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD dan GBP/USD menunjukkan kekuatan relatif terhadap dolar AS yang melemah.
Indeks Nasdaq juga menunjukkan variasi setelah libur pasar akhir tahun, mencerminkan kombinasi optimisme moderat dan risiko koreksi awal tahun.
1. Gold (Emas)
Harga emas tetap stabil setelah reli yang kuat sepanjang 2025, didukung oleh permintaan safe-haven dan prospek kebijakan moneter global. Emas mengoreksi dari level tertinggi akhir tahun namun tetap menunjukkan dukungan teknikal kuat di sekitar level psikologis utama, dengan potensi upside jangka menengah jika tren bullish berlanjut.
Data harga spot global menunjukkan emas turun tipis namun masih tinggi secara tahunan. Akan tetapi, emas masih menarik sebagai aset lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga dan dolar AS yang lemah.
2. Oil (Minyak)
Harga minyak mentah mencatat penurunan tahunan terbesar sejak pandemi Covid-19 akibat kelebihan pasokan global dan permintaan yang lebih lemah dari ekonomi besar seperti China. Kondisi pasar yang oversupplied diperkirakan akan menjaga harga tetap di bawah tekanan di awal 2026.
Tekanan fundamental dari surplus pasokan menahan upside harga minyak, meskipun risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai.
3. EUR/USD (Euro/Dolar AS)
Pasangan EUR/USD melanjutkan tren Bulls yang kuat ke awal 2026, bergerak di atas 1.1750 setelah dolar AS melemah akibat ekspektasi penurunan suku bunga Fed lebih lanjut dan perbedaan kebijakan moneter ECB yang relatif stabil. Pergerakan ini menunjukkan momentum bullish yang masih tertahan di level resistance teknikal kunci.
Kendati demikian, EUR/USD menunjukkan tren positif jangka pendek hingga menengah, didorong oleh kelemahan dolar dan dukungan fundamental euro-zone.
4. GBP/USD (Pound Sterling/Dolar AS)
GBP/USD tetap berada dalam posisi menguat terhadap dolar AS sebagai bagian dari tren pelemahan dolar global. Pound didukung oleh imbal hasil relatif dan sentimen risiko yang meningkat, meskipun data ekonomi domestik di Inggris harus diperhatikan untuk sinyal lebih lanjut.
Intinya, sterling tetap kuat di awal 2026, tetapi momentum dapat terbatas jika data domestik mengecewakan.
5. USD/JPY (Dolar AS/Yen Jepang)
USD/JPY menunjukkan konsolidasi dalam kisaran sempit, mencerminkan ketidakpastian terkait kebijakan Bank of Japan dan Fed. Pasangan ini berpotensi bergerak sideways kecuali ada katalis kuat dari data ekonomi atau intervensi moneter.
Meski begitu, Yen tetap stabil terhadap dolar dalam jangka pendek, dengan potensi volatilitas jika terjadi perubahan besar dalam kebijakan bank sentral.
6. Nasdaq (Indeks Saham Teknologi AS)
Nasdaq dan indeks AS lainnya kembali beroperasi setelah libur akhir tahun dengan variasi pergerakan harga. Meskipun indikator pra-pasar menunjukkan koreksi ringan pada Nasdaq 100, outlook jangka menengah masih bullish dengan dukungan tren pertumbuhan teknologi, tetapi risiko koreksi tetap ada di awal tahun.
Namun, Nasdaq tetap berada di jalur pertumbuhan teknikal jangka panjang, namun pergerakan awal tahun bisa volatile.
Kesimpulan Analisis Pasar
Pasar global memasuki 2026 dengan campuran momentum bullish yang moderat dan sentimen berhati-hati. Emas tetap menjadi aset aman dengan dukungan fundamental kuat, sedangkan minyak masih menghadapi tekanan oversupply.
Dolar AS melemah terhadap mata uang utama seperti euro dan sterling, mencerminkan ekspektasi penurunan suku bunga dan kebijakan moneter global yang divergen.
Pasangan USD/JPY bergerak konsolidatif, sementara Nasdaq menunjukkan variasi harga sejalan dengan dinamika teknologi yang masih kuat namun rentan terhadap volatilitas awal tahun. Secara keseluruhan, investor disarankan mengawasi data ekonomi utama seperti NFP dan keputusan kebijakan bank sentral yang akan menjadi katalis utama pergerakan pasar lanjutan di Januari 2026. ***

