DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat stabil pada level Rp 2.501.000 per gram pada Kamis pagi, 1 Januari 2026, menandai berlanjutnya fase konsolidasi pasar logam mulia di awal tahun baru setelah tekanan tajam pada akhir Desember.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia yang diakses pukul 07.00 WIB, harga emas Antam belum mengalami perubahan dibandingkan posisi Rabu (31/12/2025). Harga ini juga masih sama dengan level Selasa (30/12/2025), sehari setelah emas Antam mengalami koreksi signifikan sebesar Rp 95.000 per gram dari Rp 2.596.000.
Perlu dicatat, pembaruan harga emas Antam secara resmi dilakukan setiap hari pada pukul 08.30 WIB. Dengan demikian, harga yang tercantum pada pagi ini masih mengacu pada pembaruan terakhir di penghujung tahun 2025.
Emas batangan Antam tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, memberi fleksibilitas bagi investor ritel maupun institusi dalam menyesuaikan strategi investasi mereka.
Daftar Harga Emas Antam 1 Januari 2026
(Harga per pukul 07.00 WIB)
- 0,5 gram: Rp 1.300.500
- 1 gram: Rp 2.501.000
- 2 gram: Rp 4.942.000
- 3 gram: Rp 7.388.000
- 5 gram: Rp 12.280.000
- 10 gram: Rp 24.505.000
- 25 gram: Rp 61.137.000
- 50 gram: Rp 122.195.000
- 100 gram: Rp 244.312.000
- 250 gram: Rp 610.515.000
- 500 gram: Rp 1.220.820.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp 2.441.600.000
Ketentuan Pajak Emas Antam
Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi emas batangan Antam dikenakan pajak sebagai berikut:
Pajak Pembelian (PPh 22):
- 0,45 persen bagi pembeli dengan NPWP
- 0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP
Setiap transaksi pembelian disertai bukti potong PPh 22 sebagai dasar pelaporan pajak.
Pajak Penjualan Kembali (Buyback): Untuk transaksi penjualan kembali ke PT Antam dengan nilai di atas Rp 10 juta:
- 1,5 persen bagi pemilik NPWP
- 3 persen bagi non-NPWP
Pajak buyback dipotong otomatis dari total nilai transaksi.
Analisis Pasar
Stabilnya harga emas Antam di awal 2026 mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar setelah volatilitas tinggi menjelang akhir tahun. Koreksi tajam pada Selasa lalu dinilai sebagai aksi ambil untung (profit taking) setelah reli panjang sepanjang 2025, seiring menguatnya dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga global yang masih ketat.
Namun, secara fundamental, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik global dan potensi perlambatan ekonomi dunia. Analis memperkirakan pergerakan harga emas dalam jangka pendek akan cenderung bergerak terbatas, sembari menunggu rilis data ekonomi utama Amerika Serikat dan arah kebijakan bank sentral global.
Bagi investor jangka panjang, fase konsolidasi ini dinilai sebagai momen akumulasi bertahap, terutama jika harga kembali mengalami koreksi teknikal. Sementara itu, investor jangka pendek disarankan mencermati pembaruan harga resmi pukul 08.30 WIB serta dinamika pasar global sebelum mengambil keputusan transaksi. ***

