Kejagung Selidiki Investasi Telkom di GoTo: Pemeriksaan Sejumlah Pihak, Kerugian Mengemuka

Date:

DCNews, Jakarta — Kejaksaan Agung mulai menelisik lebih jauh keputusan investasi PT Telkom Indonesia (TLKM) melalui Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait. Namun, jaksa belum membuka identitas para pihak yang telah diperiksa, seiring penyelidikan yang masih berada dalam tahap awal dan bersifat tertutup.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan proses penyelidikan terus berjalan tetapi belum dapat dipublikasikan secara rinci. “Itu masih penyelidikan, terkait investasi itu sedang penyelidikan. Ada beberapa [yang sudah diminta keterangan], tetapi kalau penyelidikan masih tertutup,” ujar Anang kepada wartawan, Jumat kemarin (5/12/2025).

Ia menambahkan, perkara tersebut masih berada pada tahapan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Isu dugaan korupsi investasi GoTo mengemuka kembali setelah pengusutan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2020–2022. Kala itu, jaksa sempat menggeledah kantor GoTo dan memeriksa sejumlah mantan petinggi perusahaan, namun belum menguraikan kaitannya dengan kerugian negara Rp1,9 triliun dalam kasus laptop.

Keputusan investasi Telkomsel di Gojek pada 2020 memang sejak awal menuai sorotan publik karena nilai penyertaan yang besar dan potensi konflik kepentingan. Bahkan Komisi VI DPR sempat menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada Agustus 2022 untuk menelaah aksi korporasi tersebut.

Dalam penjelasannya kepada DPR, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, memaparkan kronologi aksi korporasi yang dimulai pada 16 November 2020. Telkomsel menanamkan investasi dalam bentuk convertible bond (CB) tanpa bunga senilai US$150 juta (sekitar Rp2,1 triliun), dengan masa jatuh tempo 16 November 2023, serta memiliki opsi pembelian tambahan saham senilai US$300 juta (sekitar Rp4,3 triliun).

Merger Gojek dengan Tokopedia pada 17 Mei 2021 membuat CB tersebut otomatis dikonversi menjadi saham GoTo. Sehari kemudian, Telkomsel mengeksekusi opsi pembelian tambahan saham US$300 juta. Total kepemilikan Telkomsel mencapai 89.125 lembar saham (sebelum stock split) atau setara US$450 juta (Rp6,4 triliun).

Namun, laporan keuangan PT Telkom Indonesia Tbk mengungkap bahwa investasi tersebut mencatat kerugian nilai wajar belum terealisasi sebesar Rp881 miliar per 31 Maret 2022, berdasarkan harga IPO GoTo saat itu sebesar Rp338 per saham.

Hingga 2025, investasi tersebut belum sepenuhnya pulih. Telkomsel mencatat nilai wajar saham GOTO masing-masing Rp83 per saham dan Rp70 per saham untuk periode 31 Maret 2025 dan 2024. Pada kuartal I-2025, perubahan nilai wajar tersebut menghasilkan keuntungan belum terealisasi Rp308 miliar—berbanding terbalik dengan periode 2024 yang mencatat kerugian belum terealisasi Rp403 miliar.

Manajemen Telkom menegaskan investasi strategis ini terus dievaluasi, mengingat fluktuasi kinerja harga saham GOTO dan sorotan publik yang belum mereda. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Hari Ini Naik Serempak di Pegadaian, Antam Tembus Rp2,93 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui...

Teror Baru Pinjol dan Krisis Kepercayaan: Ketika Layanan Publik Disalahgunakan untuk Menagih Utang

Oleh: Asep Dahlan, Pendiri Dahlan Consultant Di tengah laju pesat...

OJK Perpanjang Tenggat Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026, Ini Alasannya

DCNews, Jakarta — Di tengah upaya memperkuat transparansi dan...

Wow! Utang Pinjol Jawa Barat Tembus Rp23,94 Triliun, Sinyal Tekanan Ekonomi Kelas Menengah Bawah Meningkat

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian...