Lonjakan Kasus Pinjol Ilegal di 2025, Mayoritas Korban Perempuan

Date:

DCNews, Yogyakarta — Lonjakan kasus pinjaman online (pinjol) ilegal kembali menempatkan Indonesia pada situasi darurat perlindungan konsumen digital. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, pada triwulan I 2025 saja, sedikitnya 1.081 warga sudah terjerat pinjol ilegal—angka yang menegaskan skala masalah yang kian meluas dan semakin sulit dikendalikan.

Mayoritas korban adalah perempuan, mencapai 61 persen dari total laporan yang masuk. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, OJK telah memblokir 1.556 entitas pinjol ilegal yang terus bermunculan di berbagai platform daring.

Agung Rektono Seto, Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, menegaskan pentingnya masyarakat menggunakan kanal resmi dalam memverifikasi legalitas aplikasi pinjaman. Ia memperingatkan bahwa pesatnya pertumbuhan fintech lending memudahkan publik terjebak pada layanan yang tidak memiliki izin.

“Sangat penting artinya agar masyarakat tak terjerat pinjaman ilegal. Banyak fintech lending bermunculan dan tidak diketahui pasti apakah telah mendapat izin dari OJK,” ujar Agung, dikutip Jumat (28/11/2025).

Sebagai langkah pencegahan, Kanwil Kemenkumham DIY terus memperluas sosialisasi lewat Penyuluhan Hukum terkait Bantuan Hukum serta Pencegahan dan Perlindungan terhadap Pinjol. Program ini menjadi ruang edukasi publik untuk memahami hak, risiko, dan praktik penagihan yang melanggar hukum.

Penyuluh Hukum Ahli Muda Kanwil Kemenkumham DIY, Inneke Kusuma Ningrum, menambahkan bahwa pemerintah kini memperkuat akses bantuan hukum dengan menempatkan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di tingkat kalurahan. Posbankum tidak hanya menjadi pusat konsultasi dan pendampingan hukum, tetapi juga wadah penyelesaian konflik berbasis nonlitigasi.

“Posbankum Kalurahan diharapkan menjadi garda terdepan membantu warga menyelesaikan persoalan hukum, baik perselisihan antarwarga maupun permasalahan lain yang dapat diselesaikan tanpa pengadilan,” ujar Inneke.

Langkah ini diharapkan mampu meredam dampak sosial dari maraknya pinjol ilegal, sekaligus memperkuat literasi hukum masyarakat di akar rumput. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPR, OJK, dan Direksi Baru BEI Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Fokus pada Transparansi dan Integritas Pasar Modal

DCNews, Jakarta — Pimpinan DPR RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),...

Satgas PASTI Tindak Tegas Finfluencer Promosikan Investasi Bodong

DCNews, Jakarta — Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas...

Rekap Harian, Piala Dunia 2026: Inggris Taklukkan Kroasia, Portugal Ditahan Kongo, Ghana Menang Dramatis

DCNews, Jakarta — Inggris mengawali kampanye mereka di Piala Dunia...

OJK Batasi Layanan Paylater Hanya untuk Bank dan Perusahaan Pembiayaan, Masa Transisi hingga Akhir 2027

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengaturan industri...