Market Update 12 November 2025: Harga Emas Naik Tipis, Minyak Melonjak di Tengah Optimisme Pasar AS

Date:

DCNews, Jakarta — Pasar keuangan global pada Selasa (11/11) menunjukkan pergerakan beragam di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang. Harga emas mencatat kenaikan tipis, sementara harga minyak melonjak tajam setelah meredanya kekhawatiran atas potensi shutdown pemerintahan Amerika Serikat.

Emas (Gold)

Harga emas bergerak volatil namun berhasil ditutup menguat tipis. Sentimen positif masih ditopang oleh harapan bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga tahun ini, yang menekan imbal hasil obligasi dan memperlemah dolar AS.

Minyak (Oil)

Harga minyak dunia mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa. Optimisme pasar terhadap meningkatnya permintaan energi setelah berakhirnya ancaman government shutdown di AS menjadi faktor pendorong utama.

EUR/USD

Euro menguat terhadap dolar AS meski data ekonomi Jerman menunjukkan penurunan sentimen bisnis. Pelemahan dolar AS akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi katalis utama penguatan euro.

GBP/USD

Poundsterling justru anjlok setelah data pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan pelemahan signifikan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Bank of England (BoE) akan segera memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

USD/JPY

Pasangan dolar AS terhadap yen bergerak volatil dan berakhir stagnan. Kondisi ini mencerminkan lemahnya dolar AS sekaligus tekanan terhadap yen akibat ekspektasi stimulus besar dari pemerintah Jepang.

Nasdaq

Indeks Nasdaq terkoreksi setelah aksi ambil untung (profit taking) melanda saham teknologi, terutama Nvidia. Investor kini menimbang kembali valuasi sektor teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi, khususnya yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

Outlook Pasar

Dampak shutdown AS terhadap pasar keuangan. (Istimewa)

Jika krisis shutdown AS benar-benar berakhir, pelaku pasar berpotensi beralih ke aset berisiko (risk-on) — dolar AS dan saham kemungkinan menguat, sementara emas berpotensi melemah.

Sebaliknya, jika ketidakpastian berlanjut, arah pasar bisa kembali ke mode risk-off — mendorong permintaan terhadap emas dan menekan aset berisiko seperti saham.

Timeline shutdown AS (menjelang voting – pasca voting). (Istimewa)

📊 Grafik Pergerakan Aset Global – 12 November 2025

Grafik di atas menunjukkan:

  • Emas (Gold) naik tipis sekitar 0,3%,
  • Minyak (Oil) melonjak 1,2%,
  • EUR/USD menguat 0,4%,
  • GBP/USD melemah 0,6%,
  • USD/JPY stagnan,
  • Nasdaq terkoreksi 0,5% akibat aksi ambil untung di saham teknologi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Zelenskiy Tegaskan Pembicaraan Damai AS Buntu di Isu Wilayah, Trump Ungkap Kekecewaan pada Kyiv

DCNews, Kyiv — Upaya Amerika Serikat memediasi perdamaian Ukraina–Rusia...

Apindo Desak Pemerintah Percepat Transformasi Ekonomi 2026 demi Pertumbuhan Berkelanjutan

DCNews, Jakarta — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendesak pemerintah...

OJK Luncurkan Buku Literasi Keuangan untuk Penyandang Disabilitas, Perkuat Akses Setara di Sektor Jasa Keuangan

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Pedoman...

Ketegangan Memuncak, Thailand Gempur Pos Militer Kamboja di Tengah Mandeknya Upaya Damai AS

DCNews, Thailand — Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja kembali memuncak...