DCNewss, Bogor — Maraknya kasus pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang menjerat generasi muda mendorong IPB University mengambil langkah konkret melalui program Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung (Dospulkam). Mengusung tema “Remaja Cerdas, Tangguh, dan Berdaya Hindari Pinjaman & Judi Online”, kegiatan edukatif ini digelar di Saung IPB, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.
Program ini menjadi penutup rangkaian kegiatan Dospulkam di Desa Babakan yang sebelumnya menyasar kalangan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT). Jika pada tahap awal para ibu dibekali keterampilan ekonomi keluarga untuk menghindari jeratan pinjol ilegal, maka sesi kali ini berfokus pada pembinaan remaja agar mampu menjadi generasi tangguh dan berdaya di era digital.
Kegiatan yang diinisiasi Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) IPB University ini menghadirkan Ismayanti Pratiwi, S.Si., M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Ismayanti menekankan pentingnya ketahanan karakter dan literasi digital bagi remaja.
“Era digital itu penuh peluang, tapi hanya remaja tangguh yang bisa memanfaatkannya untuk hal yang positif,” ujar Ismayanti.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua RW setempat, Suryadi, dilanjutkan sesi pre-test, penyampaian materi, ice breaking interaktif, hingga post-test dan penutupan. Suryadi menyambut baik inisiatif IPB University yang dinilainya mampu memperluas wawasan remaja di wilayahnya.
“Kami senang dengan kegiatan ini, remaja jadi tahu cara menghindari ajakan judi online dan pinjaman ilegal,” kata Suryadi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Para remaja aktif bertanya dan berdiskusi mengenai cara mengelola keuangan pribadi, tekanan sosial, hingga bahaya finansial dari pinjol dan judol. Salah satu peserta, Farel (17 tahun), mengaku kegiatan ini memberinya wawasan baru.
“Kegiatannya seru sekali, jadi tahu cara menghindari pinjol dan judol,” ujarnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, program Dospulkam IPB University di Desa Babakan resmi ditutup. Harapannya, baik kalangan ibu maupun remaja dapat menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan digital masa kini. ***

