DCNews, Jakarta — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme bagi seluruh pejabat publik dari partainya. Ia menekankan bahwa nilai-nilai bersih, peduli, profesional, dan negarawan harus menjadi pedoman nyata, bukan sekadar slogan politik, dalam menjalankan amanah pelayanan kepada rakyat.
Penegasan itu disampaikan Almuzzammil saat membuka Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS 2025 bertema “Inovasi Pelayanan Publik untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (2/11/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten, dan kota, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PKS se-Indonesia.
“Bimteknas ini menjadi ajang bagi seluruh pejabat publik PKS untuk meneguhkan komitmen, meningkatkan kapasitas, dan mempererat kolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita siap bersinergi dengan pemerintah demi kesejahteraan rakyat,” ujar Almuzzammil.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin partai, tetapi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kompetensi, dan membangun kolaborasi antarlembaga serta antarpejabat publik di seluruh tingkatan pemerintahan.
Almuzzammil menjelaskan, makna nilai “bersih” adalah taat hukum, etika, dan moral dalam setiap tindakan. Ia menegaskan agar seluruh pejabat publik PKS menjaga integritas dengan prinsip Zero Case — bebas dari pelanggaran hukum maupun etika.
Sementara nilai “peduli” diwujudkan melalui kepekaan terhadap persoalan rakyat dan upaya nyata mencari solusi. Nilai “profesional” menandakan kemampuan dan kesiapan dalam menjalankan tanggung jawab publik secara efektif. Adapun “negarawan” berarti mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan elektoral atau pribadi.
“Kita ingin menghadirkan politik pelayanan, bukan politik kekuasaan. Politik yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat dan masa depan bangsa,” tegas Almuzzammil.
Ia menutup sambutannya dengan menyerukan agar seluruh pejabat publik PKS menjadikan jabatan sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar posisi politik.
“Kita ingin rakyat benar-benar merasakan kehadiran pejabat publik PKS yang bersih, peduli, profesional, dan berjiwa negarawan. Inilah cara kita berkhidmat untuk Indonesia,” pungkasnya. ***

