DCNews, Jakarta – Pimpinan DPR RI menggelar pertemuan dengan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan sejumlah organisasi mahasiswa lain di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Pertemuan berlangsung di tengah situasi politik panas pascademonstrasi besar sejak 25 Agustus yang berujung kerusuhan dan menewaskan sedikitnya 10 warga sipil.
Perwakilan BEM SI diterima tiga wakil ketua DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Cucun Ahmad Syamsurijal (PKB), dan Saan Mustopa (NasDem). Dalam forum tersebut, para pimpinan DPR RI mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi.
Saan Mustopa menyebut audiensi ini sebagai forum penting untuk mencari solusi. “Sangat penting di tengah situasi hari ini. Kami berkomitmen berdialog secara objektif dan rasional,” ujarnya di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara.
Gelombang Tuntutan Mahasiswa
Perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan desakan mereka. Sejumlah poin utama yang muncul antara lain:
- Pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut kekerasan aparat dan dugaan makar dalam demonstrasi.
- Penegakan supremasi sipil serta penghentian penempatan TNI/Polri dalam jabatan sipil.
- Penolakan kenaikan tunjangan DPR dan desakan audit penggunaan anggaran publik.
- Penguatan legislasi prorakyat, termasuk percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Masyarakat Adat, hingga revisi UU Ketenagakerjaan.
- Reformasi partai politik dan institusi publik, termasuk evaluasi terhadap DPR dan Polri.
- Perlindungan HAM dan kesejahteraan rakyat, mulai dari nasib guru, pekerja, hingga kebijakan perpajakan yang lebih adil.
Organisasi yang hadir mencakup BEM Universitas Indonesia, BEM Trisakti, BEM UPN Veteran Jakarta, GMNI, GMKI, HMI, KAMMI, BEM Nusantara, BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah, hingga Himapolindo.
Tindak Lanjut DPR
Di luar audiensi resmi, tiga anggota DPR—Andre Rosiade (Gerindra), Daniel Johan (PKB), dan Kawendra Lukistian (Gerindra)—ditugaskan menemui massa aksi GMNI yang masih berunjuk rasa di gerbang utama gedung DPR RI.
Meski dialog berlangsung kondusif, mahasiswa menegaskan agar DPR menindaklanjuti seluruh tuntutan maksimal dalam 10 hari ke depan. Mereka menekankan, kegagalan merespons aspirasi dapat memicu gelombang aksi baru di seluruh Indonesia. ***

