DCNews, Jakarta — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor penentu bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi di tengah gejolak sosial-politik yang melanda Tanah Air. Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, mengingatkan bahwa tanpa situasi yang kondusif, pembangunan nasional dan pemulihan ekonomi akan sulit tercapai.
Pernyataan itu disampaikan Anindya dalam keterangan resmi pada Minggu (31/8/2025), setelah peristiwa tragis yang menewaskan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam insiden bentrokan pada 28 Agustus 2025.
“Kadin Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga almarhum. Semoga beliau mendapat kebahagiaan abadi dan keluarga diberi kekuatan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan doa bagi Moh Umar Amirudin, pengemudi ojek online lain yang mengalami luka parah. “Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan agar beliau bisa kembali bekerja,” katanya.
Dukung Arahan Presiden
Kadin menyatakan dukungan penuh atas sikap Presiden Prabowo Subianto, yang menuntut pengusutan tuntas secara transparan atas kasus tewasnya Affan. Menurut Anindya, tanggung jawab aparat merupakan langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik.
“Selama situasi keamanan tidak kondusif, kegiatan ekonomi akan terganggu dan masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Jalan terbaik menyampaikan aspirasi adalah melalui dialog,” ujar Anindya.
Pesan Ekonomi dan Dialog
Anindya menegaskan, krisis ekonomi yang kini dihadapi masyarakat hanya bisa diatasi bila stabilitas sosial tetap terjaga. Aksi anarkis, menurutnya, justru memperburuk kesulitan hidup, memperlebar kesenjangan, dan menekan sektor ketenagakerjaan.
Kadin mendorong pemerintah membuka ruang dialog dengan kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi. “Dengan semangat gotong royong—atau Indonesia Inc—dialog harus dilakukan dengan saling menghargai agar jelas mana aspirasi yang bisa dipenuhi dan mana yang belum,” ujarnya.
Peringatan untuk Pemerintah
Kadin juga mengingatkan agar setiap kebijakan pemerintah mempertimbangkan realitas sosial-ekonomi yang tengah menghimpit masyarakat: biaya hidup tinggi, lapangan kerja terbatas, dan kesenjangan sosial yang melebar.
“Dalam situasi seperti ini, para pemimpin harus menunjukkan kepekaan. Kebijakan publik tidak boleh abai pada kondisi psikologis rakyat,” kata Anindya menegaskan.
Seruan Persatuan
Di akhir pernyataannya, Kadin mengajak seluruh elemen bangsa memberi ruang kepada Presiden dan pemerintah untuk menunaikan janji politik kepada rakyat. Stabilitas keamanan, kata Anindya, adalah prasyarat mutlak untuk menjaga jalannya pembangunan.
“Tanpa keamanan yang stabil, kita tidak bisa membangun. Mari saling percaya, menjaga persatuan, dan tidak terpancing isu yang merusak keutuhan bangsa,” pungkasnya. ***

