DCNews, Jambi — Ribuan pelajar memenuhi lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Sabtu (23/8/2025), dalam perayaan puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025 dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi. Acara bertema “Menabung Untuk Indonesiaku” ini dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dengan pesan utama: menabung bukan hanya kebiasaan, tetapi juga tameng melawan jeratan judi online, pinjaman ilegal, dan praktik rentenir.
Dalam sambutannya, Maulana menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya terkait gaya hidup konsumtif, tetapi juga ancaman serius dari pinjaman online ilegal dan judi daring.
“Judi online, pinjaman online ilegal, dan praktik rentenir adalah musuh bersama. Literasi keuangan menjadi benteng agar anak-anak kita tumbuh cerdas, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Maulana, dalam siaran persnya, Minggu (24/8/2025).
Ia juga menegaskan dukungan penuh Pemkot Jambi terhadap program OJK, termasuk Bank Go To School yang menjangkau sekolah-sekolah sebagai sarana edukasi, serta program Bank Harkat, sebuah inisiatif untuk memperkuat akses UMKM terhadap pembiayaan legal sekaligus melawan praktik rentenir.
Pelajar Jambi Catat Rp42 Miliar Tabungan
Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, mengungkapkan bahwa HIM 2025 telah berhasil menghimpun tabungan pelajar senilai Rp142 miliar di seluruh Provinsi Jambi. Dari jumlah itu, Kota Jambi menjadi penyumbang terbesar dengan Rp42 miliar atau sekitar 29,96 persen.
“Kami ingin anak-anak terbiasa menabung sejak dini. Ini juga cara untuk memitigasi risiko judi online dan investasi bodong. Harapannya, literasi keuangan bisa menciptakan ketahanan finansial generasi muda,” kata Yan.
Acara juga dimeriahkan dengan lomba untuk pelajar SD hingga SMA, pembacaan Ikrar Menabung Pelajar Jambi oleh Ketua OSIS SMPN 1 Kota Jambi, Khalid, serta penyerahan simbolis tabungan kepada pelajar. Industri Jasa Keuangan (IJK) yang berkontribusi besar dalam program ini turut mendapat penghargaan dari OJK.
Komitmen Jambi Menuju Indonesia Emas
Di akhir acara, Maulana menegaskan kembali bahwa pembangunan ekonomi dan literasi keuangan adalah kunci mencegah masalah sosial yang berakar dari kemiskinan.
“Kalau kita tidak paham keuangan, ujungnya adalah kemiskinan. Padahal sebagian besar persoalan masyarakat, mulai dari kriminalitas hingga masalah sosial, berawal dari ekonomi. Karena itu, perjuangan ekonomi adalah fondasi Kota Jambi Bahagia,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Kanwil DJPb Jambi, BPS, perbankan se-Provinsi Jambi, serta ratusan pelajar yang antusias mengikuti momentum HIM 2025. ***

