Startup AI DeepSeek Diduga Jadi Alat Beijing: Dukung Militer, Kirim Data, Langgar Sanksi AS

Date:

DCNews, Washington DC — Pemerintah Amerika Serikat menuding startup kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, telah memberikan dukungan terhadap operasi militer dan intelijen Tiongkok, termasuk menggunakan perusahaan cangkang di Asia Tenggara untuk mengakses chip semikonduktor canggih yang dibatasi ekspornya oleh AS.

Tuduhan tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh Reuters, Minggu (23/6/2025).

“Kami memahami bahwa DeepSeek secara sukarela telah, dan kemungkinan besar akan terus, memberikan dukungan pada operasi militer dan intelijen Tiongkok,” ujarnya.

Lebih lanjut, DeepSeek juga diduga menyalurkan data pengguna internasional—termasuk dari Amerika Serikat—ke sistem pengawasan milik pemerintah China. Proses ini diduga difasilitasi lewat infrastruktur backend yang terhubung ke China Mobile, perusahaan telekomunikasi yang dikendalikan negara.

DeepSeek, yang berbasis di Hangzhou, sempat menarik perhatian dunia teknologi pada Januari lalu setelah mengklaim model AI-nya mampu menandingi, bahkan melampaui, produk dari perusahaan-perusahaan top AS, dengan biaya operasional jauh lebih rendah.

Namun, menurut sumber internal pemerintah AS, nama DeepSeek tercantum dalam lebih dari 150 dokumen pengadaan militer China. Perusahaan itu juga disebut memiliki akses ke Nvidia H100, chip semikonduktor dengan nilai sekitar USD 25.000 (Rp 405 juta) per unit, yang ekspornya dibatasi sejak 2022 karena dikhawatirkan digunakan untuk pengembangan teknologi militer.

DeepSeek dituding menggunakan jaringan perusahaan cangkang dan pusat data di Asia Tenggara untuk menghindari sanksi ekspor dari Washington.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DeepSeek belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.

Meskipun belum ada sanksi formal yang diumumkan oleh pemerintah AS, kasus ini memperkeruh ketegangan dalam persaingan teknologi antara dua kekuatan ekonomi dunia—Washington dan Beijing—yang selama ini terlibat dalam perang dagang dan kontrol atas teknologi strategis seperti AI dan semikonduktor. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pinjol Bangkrut, OJK Siapkan Dana Pelindungan Lender dan Aturan Likuidasi

DCNews, Jakarta — Kasus perusahaan pinjaman online (pinjol) yang...

Kepmen ESDM 365/2026 Buka Peluang Kontraktor Lokal, Solikin Minta Pengawasan Afiliasi

DCNews, Jakarta — Pemerintah perlu mengawasi pelaksanaan Keputusan Menteri...

UBSI Edukasi Pelajar Muhammadiyah tentang Manajemen Keuangan dan Bahaya Pinjol

DCNews, Jakarta — Literasi keuangan sejak usia remaja menjadi...

OJK Pantau Penyelesaian Gagal Bayar Akseleran, Crowde, dan KoinP2P

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan...