Lintas Agama Serukan Aksi Bersama Atasi Kenakalan Remaja, Judi Online, dan Pinjol

Date:

DCNews, Jakarta — Dalam upaya merespons maraknya kenakalan remaja serta penyalahgunaan teknologi digital seperti judi online dan pinjaman ilegal, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jakarta menggagas dialog lintas agama yang menghasilkan lima rekomendasi konkret. Forum tersebut melibatkan berbagai pemuka agama dan tokoh masyarakat dari beragam latar keimanan.

Diskusi yang digelar di Kantor PWNU Jakarta, Utan Kayu, Jakarta Timur, pada Ahad (15/6/2025) kemarin, mengangkat tema “Mengurai Problematika Sosial: Mengatasi Kenakalan Remaja, Pinjaman, dan Judi Online melalui Dialog Lintas Agama.”

Acara ini dihadiri antara lain oleh Wakil Katib Syuriah Kiai Taufiq Damas, Ketua Tanfidziyah PWNU Jakarta Kiai Syamsul Ma’arif, Ketua LBM Kiai Masrur Ainun Najih, Sekretaris LBM Kiai Ahmad Fuad, dan tokoh lintas agama seperti Romo Patrick Slamet Widodo (Katolik), Panindita Towari Ruhani (Hindu), Ruysya Supit (Konghucu), serta Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja (Buddha-NSI).

“Diskusi lintas agama ini merupakan wujud keprihatinan bersama terhadap fenomena sosial yang makin meresahkan. Dari forum ini, kami merumuskan lima rekomendasi untuk ditindaklanjuti bersama,” ujar Wakil Ketua LBMNU Jakarta, Kiai Agus Khudari.

Kelima rekomendasi tersebut adalah:

1. Peringatan kepada keluarga
Masyarakat diimbau untuk memperkuat pengawasan terhadap anggota keluarganya, terutama anak-anak dan remaja, agar tidak terjerumus dalam praktik tawuran, penyalahgunaan narkoba, judi online, dan pinjaman online ilegal.

2. Dorongan terhadap peran aktif pemerintah
Pemerintah didesak meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku dan platform yang terlibat dalam praktik sosial merusak seperti judol dan pinjol, serta memperluas edukasi publik secara berkala.

3. Pengembangan strategi pencegahan
Pemerintah dan lembaga sosial keagamaan diminta menyusun strategi jangka panjang yang sistematis untuk mencegah kenakalan remaja, termasuk pelatihan pengelolaan keuangan dan peningkatan literasi digital masyarakat.

4. Penguatan sinergi antarumat beragama
Kerja sama lintas agama dinilai krusial dalam menghadirkan forum edukatif yang bisa menjadi ruang dialog, pendampingan, dan advokasi terhadap generasi muda.

5. Ajakan untuk bersatu hadapi persoalan bersama
Seluruh elemen masyarakat diminta bersatu dan tidak apatis dalam menghadapi problem sosial. Keberhasilan penanganan isu-isu ini dinilai bergantung pada solidaritas lintas komunitas.

Diskusi ini mencerminkan bahwa persoalan sosial tidak bisa diselesaikan secara sektoral. “Problem kenakalan remaja, judol, dan pinjol bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga butuh keterlibatan seluruh elemen bangsa,” tegas Kiai Agus.

Dengan pendekatan lintas iman, LBMNU berharap hasil dialog ini bisa menjadi pijakan awal menuju aksi nyata yang inklusif dan berkelanjutan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kasus Narkoba di NTB Meningkat, Legislator PKS Desak Pengawasan Aparat Diperketat

DCNews, Mataram — Tingginya angka pengungkapan kasus narkotika di Provinsi...

Teror Order Fiktif Pinjol di Sleman, Ambulans dan Damkar Jadi Sasaran Penagihan Utang

DCNews, Sleman — Aksi penyalahgunaan layanan darurat kembali terjadi. Kali...

Heboh BAFI Group Batam Catut Logo. OJK Kepri Buka Suara Tak Pernah Beri Izin

DCNews, Batam – Maraknya penawaran jasa konsultasi dan pendampingan...

Kewajiban Stop Open Dumping 2026, Legislator PKS: Jakarta Hadapi Darurat Sampah dan Harus Berbenah Total

DCNews,  Jakarta — Ancaman krisis pengelolaan sampah di Ibu...