DPR RI Nilai Roadmap Program Tiga Juta Rumah Masih Kabur

Date:

DCNews, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menilai peta jalan (roadmap) program pembangunan tiga juta rumah yang diusung Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) masih belum jelas. Ia menyoroti sejumlah persoalan teknis dan ketidaksinkronan data sebagai hambatan utama dalam merealisasikan target ambisius tersebut.

“Peta jalannya belum ketemu. Masih banyak data yang tidak akurat, dan sampai sekarang belum ada kejelasan teknis yang konkret,” kata Mori dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/5/2025).

Menurut Legislator dari Fraksi NasDem itu, dalam rapat bersama Menteri PKP Maruarar Sirait beberapa waktu lalu, terungkap bahwa kemampuan kementerian saat ini masih terbatas pada anggaran yang tersedia. Mori menyebut, target membangun tiga juta rumah membutuhkan langkah yang lebih sistematis dan terkoordinasi lintas sektor.

Salah satu perhatian utama Mori adalah kurangnya sinkronisasi antara data milik kementerian dengan asosiasi pengembang, termasuk Real Estate Indonesia (REI). Ia mengingatkan bahwa keselarasan data sangat krusial untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

“Sinkronisasi data harus dilakukan secara menyeluruh. Target investasi asing satu juta rumah tahun ini, misalnya, perlu didukung dengan angka dan skema yang realistis,” ujarnya.

Tak hanya itu, Mori juga menyoroti rencana kolaborasi antara Kementerian PKP dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), yang disebut akan menyumbang sekitar 120.000 unit rumah dari dana desa. Ia menilai, wacana tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme dan legalitas penggunaannya.

“Kalau melibatkan dana desa, tentu ada aturan dan batasannya. Jangan sampai menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” katanya.

Meski mengkritik ketidakjelasan roadmap, Mori tetap mengapresiasi semangat Menteri PKP dalam mendorong percepatan pembangunan dan penyederhanaan regulasi. Ia juga menilai komunikasi yang dijalin Maruarar Sirait dengan pemangku kepentingan cukup intensif. ***

“Kami mendukung semangatnya. Tapi yang dibutuhkan sekarang adalah arah yang jelas dan strategi yang terukur,” tutup Mori. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Hadiri Akad Massal 62.000 KPR FLPP di Batang, Perkuat Program 3 Juta Rumah untuk MBR

DCNews, Jakarta - Pemerintah terus mengakselerasi program penyediaan hunian...

Investortrust Best Insurance Award 2026 Anugerahkan 58 Penghargaan

DCNews, Jakarta — Industri asuransi nasional menghadapi tuntutan yang...

OJK Tuntaskan 17 Kasus Dugaan Manipulasi Pasar, Proses 15 Kasus Lain Dipercepat

DCNews, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan pemeriksaan...

Reses ke Kejati Kalsel, Habib Aboe Soroti Lambatnya Audit Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi

DCNews, Jakarta — Lambatnya proses audit penghitungan kerugian keuangan...