DCNews, Baghdad – Dalam sebuah pernyataan tegas yang dirilis pada penutupan KTT Liga Arab ke-34 di Baghdad, para pemimpin Arab menyerukan penghentian segera perang di Gaza dan menolak keras segala bentuk pengusiran paksa terhadap warga Palestina.
Sebagaimana dikutip DCNews, Sabtu (18/5/2025) KTT yang dihadiri oleh para pemimpin dan diplomat tinggi dari 22 negara anggota Liga Arab ini menghasilkan pernyataan bersama yang menuntut “penghentian segera perang di Gaza dan segala bentuk permusuhan yang memperburuk penderitaan sipil.”
Para pemimpin juga mendesak komunitas internasional—khususnya negara-negara berpengaruh—untuk memenuhi tanggung jawab moral dan hukum mereka, dengan mendorong penghentian pertumpahan darah serta menjamin kelancaran bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza yang terkepung.
“Pengusiran paksa warga Palestina adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” demikian bunyi pernyataan itu, yang menegaskan kembali penolakan tegas Liga Arab terhadap tindakan semacam itu.
Selain itu, KTT menyerukan dukungan politik, keuangan, dan hukum dari semua negara untuk membantu program rekonstruksi dan pemulihan di Jalur Gaza. Inisiatif Irak untuk membentuk dana khusus rekonstruksi Gaza pun disambut positif.
Isu Palestina ditegaskan sebagai “inti dari perjuangan bangsa Arab dan kunci stabilitas kawasan.” Para pemimpin mendukung penuh hak-hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut, termasuk kebebasan, penentuan nasib sendiri, dan pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan perbatasan tahun 1967 serta Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Dalam pernyataan tersebut, para pemimpin Liga Arab juga mengecam keras seluruh kebijakan dan tindakan ilegal yang dilakukan oleh Israel yang bertujuan merampas kebebasan, hak hidup, dan martabat kemanusiaan rakyat Palestina.
Dukungan penuh diberikan kepada seruan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk mengadakan konferensi perdamaian internasional dan mengimplementasikan solusi dua negara.
Pernyataan akhir KTT ini turut menyinggung sejumlah krisis lainnya di kawasan Arab, seperti di Sudan, Lebanon, Suriah, Libya, dan Yaman, serta mengulangi kecaman terhadap segala bentuk terorisme, terutama aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok ekstremis Daesh.
Dengan kehadiran para pemimpin dan delegasi dari seluruh dunia Arab, termasuk organisasi regional dan internasional, KTT Baghdad menjadi panggung penting bagi penegasan kembali solidaritas Arab dalam menghadapi salah satu konflik kemanusiaan paling mendesak di abad ini. ***

