Polisi Inggris Gunakan AI untuk Ungkap Kasus Penguntitan, Terobosan Baru dalam Penegakan Hukum

Date:

DCNews, Inggris — Kepolisian Cheshire mencetak sejarah sebagai institusi kepolisian pertama di Inggris yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyelidikan kasus penguntitan. Langkah inovatif ini diklaim mampu mendeteksi pola perilaku mencurigakan sebelum korban menyadari dirinya menjadi target.

Teknologi ini menjadi bagian dari inisiatif baru untuk mempercepat proses identifikasi pelaku dan mengurangi risiko korban berulang. Sistem AI yang diterapkan telah dilatih menggunakan data dari Unit Pengurangan Dampak Buruk (Harm Reduction Unit/HRU) dan lembaga advokasi Suzy Lamplugh Trust. Uniknya, algoritme ini dapat mengenali indikasi penguntitan meskipun pelapor tidak secara eksplisit menyebut kata “stalking”.

“Kami memiliki komite etik dan mekanisme pengawasan internal untuk memastikan algoritme bekerja sesuai prinsip keadilan,” kata Detektif Kepala Inspektur Danielle Knox, yang memimpin unit khusus penguntitan di Kepolisian Cheshire, dalam wawancara dengan BBC, dikutip Sabtu (17/5/2025).

Bukan Pengganti, tapi Pelengkap Kinerja Polisi

Meskipun teknologi AI menawarkan kecepatan analisis yang luar biasa, Knox menegaskan bahwa kehadiran AI tidak akan menggantikan peran petugas manusia.

“AI tidak akan pernah menggantikan elemen manusia. Namun, ia akan memperkuat dan mempercepat tugas yang sudah dijalankan oleh petugas,” ujarnya.

Sebelumnya, petugas HRU harus meninjau bukti dan laporan secara manual dalam menangani rata-rata 10 kasus penguntitan setiap hari. Kini, AI mampu langsung menganalisis laporan begitu korban menghubungi layanan darurat.

Dukungan Dana dan Kolaborasi Akademik

Pengembangan teknologi ini melibatkan kolaborasi dengan Universitas Warwick dan Universitas Leeds, dua institusi yang memastikan sistem berjalan sesuai kerangka etika dan hukum yang berlaku.

Komisaris Polisi dan Kejahatan Cheshire, Dan Price, menyatakan pihaknya telah mengajukan pendanaan sebesar £300.000 melalui Dana STAR (Science, Technology, Analysis and Research) guna meningkatkan kapabilitas AI ini.

“Daripada membebani tim dengan memilah data satu per satu, sistem ini memungkinkan kita membangun kasus sejak tahap paling awal,” kata Price.

Menurut Price, AI yang telah diujicobakan di wilayah Inggris lainnya terbukti 25 kali lebih efektif dalam mendeteksi pola penguntitan dibandingkan detektif manusia.

Menuai Hasil Nyata: Lebih Banyak Pelaku Dijerat

Saat ini, sekitar 75 persen kasus yang ditangani HRU berujung pada dakwaan. Price optimistis angka ini akan meningkat seiring optimalisasi teknologi AI dalam investigasi.

“Teknologi ini memungkinkan kita bertindak lebih cepat, menjangkau lebih banyak pelaku, dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para korban,” ujar Price.

Dengan implementasi sistem cerdas ini, Kepolisian Cheshire menunjukkan bagaimana kecanggihan teknologi dapat menjadi mitra strategis dalam penegakan hukum yang lebih humanis, presisi, dan proaktif. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pinjol Ilegal Kian Meresahkan, DPR Dorong Koperasi Jadi Solusi Pembiayaan Aman bagi UMKM

DCNews, Jakarta — Di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin...

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Dua Hari Beruntun, Investor Diminta Cermati Momentum

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian...

Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Pimpin Grup A Usai Taklukkan Afrika Selatan 2-0

DCNews, Mexico City — Tuan rumah Meksiko langsung memimpin...

Piala Dunia 2026 Resmi Dibuka di Meksiko, Argentina Kembali Puncaki Ranking FIFA

DCNewa, Mexico City— Piala Dunia 2026 resmi dimulai setelah...