Apple Tambah Opsi Pencarian Bertenaga AI di Safari, Guncang Dominasi Google

Date:

DCNews, New York — Rencana Apple untuk menambahkan fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) di peramban Safari menjadi ancaman besar bagi dominasi Google di pasar pencarian daring, sekaligus mengguncang bisnis iklan digital raksasa teknologi itu yang sangat bergantung pada pengguna iPhone. Demikian berita yang dikutip DCNews, Kamis (8/5/2025).

Saham Alphabet, induk perusahaan Google, langsung terpuruk usai kabar itu mencuat, ditutup turun 7,3% dan menguap sekitar US$150 miliar dari nilai pasar perusahaan. Saham Apple juga melemah 1,1%.

Langkah strategis Apple tersebut terungkap dalam kesaksian Eddy Cue, Wakil Presiden Senior Layanan Apple, dalam sidang antitrust di AS terkait dominasi Google di mesin pencari. Menurut sumber Reuters yang mengetahui jalannya persidangan, Cue menyatakan bahwa untuk pertama kalinya volume pencarian di Safari menurun bulan lalu karena pengguna mulai beralih ke layanan pencarian berbasis AI.

Google merespons dengan menyatakan bahwa jumlah total pencarian terus tumbuh, termasuk dari perangkat Apple. “Orang-orang semakin melihat bahwa Google Search lebih berguna untuk lebih banyak pertanyaan — dan mereka mengaksesnya dengan cara baru,” tulis Google dalam blog resminya.

Namun, komentar Cue mempertegas bahwa pergeseran besar sedang terjadi dalam lanskap pencarian daring. Ini menjadi ancaman nyata bagi Google, yang selama ini menjadi tujuan utama para pengiklan dan kini menjadi sasaran gugatan antitrust pemerintah AS.

Google diketahui membayar sekitar US$20 miliar per tahun kepada Apple agar tetap menjadi mesin pencari bawaan di Safari — atau sekitar 36% dari pendapatan iklan pencarian yang dihasilkan melalui peramban tersebut, menurut estimasi analis.

Departemen Kehakiman AS tengah mengupayakan pelarangan praktik pembayaran semacam itu sebagai bagian dari solusi untuk memecah dominasi Google.

“Jika Google kehilangan eksklusivitas di perangkat Apple, dampaknya akan sangat serius, bahkan tanpa intervensi tambahan,” kata analis D.A. Davidson, Gil Luria.

“Banyak pengiklan mengalokasikan seluruh anggaran iklan pencarian mereka ke Google karena nyaris tidak ada alternatif. Jika ada pilihan yang layak, sebagian besar dari anggaran itu bisa beralih,” ujarnya.

Meski begitu, Google tidak tinggal diam. Setelah sempat dianggap tertinggal dalam persaingan AI usai peluncuran ChatGPT, Google mengucurkan dana besar untuk pengembangan AI dan memanfaatkan kumpulan data mereka yang sangat besar.

Perusahaan telah merilis “AI mode” di halaman pencarian, memperluas cakupan AI Overviews ke lebih dari 100 negara, dan menyisipkan iklan di dalamnya untuk meningkatkan penjualan iklan pencarian.

CEO Google Sundar Pichai dalam persidangan antitrust bulan lalu menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan dengan Apple pertengahan tahun ini guna menyematkan teknologi AI Gemini ke perangkat baru Apple.

Pencarian Berbasis AI

Sementara itu, Eddy Cue juga mengungkap bahwa Apple akan menambahkan penyedia pencarian berbasis AI lainnya, termasuk OpenAI dan Perplexity AI, sebagai opsi pencarian di masa depan, seperti dilaporkan Bloomberg.

“Rencana Apple menunjukkan betapa majunya situs pencarian generatif seperti ChatGPT dan Perplexity,” kata Yory Wurmser, analis utama di eMarketer.

Ia menambahkan, fakta bahwa Google bersedia membayar puluhan miliar dolar demi mempertahankan status default di Safari menggambarkan betapa krusialnya kesepakatan itu.

Sebagai perbandingan, ChatGPT melaporkan menerima lebih dari 1 miliar pencarian per minggu melalui fitur pencarian web-nya pada April lalu, dengan lebih dari 400 juta pengguna aktif mingguan per Februari. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe Apresiasi Kerja Kejaksaan Agung Sita dan Pulihkan Triliunan Rupiah Uang Korupsi

DCNews, Jakarta — Upaya Kejaksaan Agung dalam memburu dan...

Tarik Paksa Kendaraan oleh Debt Collector Marak, DPR Dorong Revisi UU Perlindungan Konsumen dan Fidusia

DCNews, Jakarta — Maraknya aksi penarikan paksa kendaraan oleh...

Teror Debt Collector Ancam Anak Nasabah, Kasus Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

DCNews, Jakarta — Praktik penagihan utang yang disertai ancaman...

Kerugian Negara Akibat Korupsi 2025 Tembus Rp300,86 Triliun, Kejagung Selamatkan Rp24,7 Triliun

DCNews, Jakarta — Skala kerugian negara akibat tindak pidana...