Fahri Hamzah Ajak Bangsa Tebas Ego dan Perkuat Persatuan di Momentum Idul Adha 1447 H

Date:

DCNews, Jakarta — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah sebagai panggilan moral untuk memperkuat persatuan bangsa dan mengikis ego kelompok yang memecah belah masyarakat.

Dalam ucapan Idul Adha yang disampaikan melalui media sosial pribadinya, Rabu (27/5/2026) Fahri mengajak masyarakat meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam berkurban serta menjadikan Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperbaiki diri dan memperkuat solidaritas kebangsaan.

“Seperti Ibrahim AS yang menyerahkan cinta terbesarnya, kita diingatkan bahwa tak ada milik kita yang selamanya,” tulis Fahri seraya menegaskan bahwa hakikat kurban bukan terletak pada darah ataupun daging hewan semata, melainkan pada ketakwaan, keikhlasan, dan ketulusan hati di hadapan Tuhan.

Sebab, lanjut Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu, di hadapan Tuhan Seru Sekalian Alam, bukan darah atau daging yang sampai ke haribaan, melainkan takwa, rida, dan ketulusan yang mendalam.

Fahri juga menyinggung pentingnya menghapus ego dan kesombongan yang dinilai menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat. Menurut dia, Idul Adha harus menjadi momentum untuk menekan sifat serakah dan membangun semangat kebersamaan.

“Sudah saatnya kita tebas ego-ego yang memecah belah, kita sembelih kesombongan kelompok yang membuat lelah,” ujarnya.

Ia menilai, hanya dengan merobohkan dinding keangkuhan dan memperkuat persatuan, masyarakat Indonesia dapat berdiri bersama menghadapi berbagai tantangan bangsa.

“Hanya dengan merobohkan dinding-dinding keangkuhan, kita bisa berdiri bersama, bahu-bahu saling menguatkan,” kata Fahri.

Di akhir pesannya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia itu, mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai ikhtiar bersama untuk merajut kembali persatuan hati dan membangun Indonesia secara kolektif.

“Mari jadikan momentum suci Idul Adha ini sebagai ikhtiar besar merajut kembali persatuan hati. Satu sujud yang sama, satu tekad yang nyata, bekerja bersama, membangun Indonesia raya,” tutupnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Aturan untuk Debt Collector Terbaru 2026: OJK Larang Intimidasi, Penagihan Hanya Boleh Pukul 08.00–20.00

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya penggunaan layanan pinjaman...

Fahri Hamzah: Konsep 3M Kampung Lampion Yogyakarta, Bisa Jadi Solusi Penataan Permukiman Berkelanjutan

DCNews, Yogyakarta — Di tengah tantangan penataan kawasan permukiman...

Regulasi AI di Indonesia Tertinggal dari Laju Teknologi, Nico Siahaan Dorong Aturan yang Adaptif

DCNews, Jakarta — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang...

Legislator PDIP Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Masyarakat Diminta Terapkan Prinsip 2L

DCNews, Sidoarjo — Di tengah derasnya arus digitalisasi layanan keuangan,...