Sertifikasi Pelindungan Data Pribadi Jadi Fokus Industri Fintech di Tengah Lonjakan Layanan Digital

Date:

DCNews, Jakarta — Pertumbuhan pesat industri financial technology (fintech) di Indonesia mendorong perusahaan jasa keuangan digital memperkuat sistem tata kelola data pribadi. Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat, isu keamanan dan pelindungan data kini menjadi salah satu prioritas utama industri.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Justitia Training Center bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar In House Training Pelatihan dan Sertifikasi Pejabat/Pengelola Pelindungan Data Pribadi pada 18–22 Mei 2026, di Jakarta.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari itu diikuti oleh 23 peserta dari sekitar 20 perusahaan fintech di Indonesia. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor layanan keuangan digital, khususnya terkait tata kelola dan pelindungan data pribadi.

Presiden Direktur Justitia Training Center, Andriansyah Tiawarman K, mengatakan pelindungan data pribadi saat ini menjadi elemen penting dalam menjaga kredibilitas industri fintech di tengah tingginya penggunaan layanan digital oleh masyarakat.

“Semakin banyak layanan digital yang digunakan masyarakat, maka semakin besar pula tanggung jawab perusahaan dalam menjaga data yang dipercayakan oleh pengguna. Saat ini, isu pelindungan data pribadi menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari industri fintech, bukan hanya karena tuntutan regulasi, tetapi juga karena menyangkut kepercayaan publik terhadap industri itu sendiri,” ujar Andriansyah saat membuka kegiatan.

Menurut dia, pelatihan dan sertifikasi tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat tata kelola industri fintech melalui peningkatan kualitas pengelola pelindungan data pribadi di masing-masing perusahaan.

Andriansyah menambahkan, program sertifikasi serupa sebelumnya juga telah diikuti pejabat di lingkungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mulai dari direktur hingga deputi direktur. Hal itu menunjukkan kompetensi di bidang pelindungan data pribadi semakin dibutuhkan dalam sektor jasa keuangan.

“Kegiatan ini pernah kami laksanakan bersama OJK. Artinya, ke depan sertifikasi terkait pelindungan data pribadi menjadi kebutuhan penting bagi seluruh ekosistem industri jasa keuangan digital,” katanya.

Ia juga mengapresiasi komitmen AFPI dalam mendorong penguatan sumber daya manusia dan tata kelola industri fintech yang dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi keuangan yang berlangsung cepat.

Selain mengikuti pelatihan, peserta juga akan menjalani uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Justitia. Sertifikasi tersebut, menurut Andriansyah, menjadi bentuk pengakuan profesional terhadap kemampuan seseorang dalam bidang pelindungan data pribadi.

“Uji kompetensi ini bukan semata-mata untuk mengukur kemampuan peserta, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan negara bahwa seseorang memiliki kompetensi profesional di bidang tertentu,” ujarnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pinjol Ilegal Diberantas, Kang Dahlan: Bagaimana Dengan Pinjol Legal yang Melakukan Penagihan Ilegal?

DCNews, Jakarta – Pemberantasan pinjaman online (pinjol) ilegal tidak...

Jangan Hanya Tangkap Operator Lapangan, Kapolri Didesak Bongkar Bandar Judi Online dan Pinjol Ilegal

DCNews, Jakarta – Pemberantasan judi online (judol) dan pinjaman...

OJK Jatim Ingatkan Masyarakat Waspadai Pinjol Ilegal, Terapkan Prinsip Legal dan Logis

DCNews, Surabaya – Masyarakat diminta lebih waspada terhadap tawaran...

DPR Ingatkan Warga, Pinjol Harus untuk Modal Usaha Bukan Kebutuhan Konsumtif

DCNews, Gresik – Kemudahan memperoleh pinjaman online (pinjol) berpotensi...