Polisi Ungkap Motif Penusukan Sekuriti di Surabaya, Dipicu Konflik Utang Pinjol

Date:

DCNews, Surabaya — Kasus pembunuhan seorang petugas keamanan di kawasan perumahan Graha Darmo Satelit, Surabaya, mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap, aksi penusukan yang menewaskan korban berinisial D (34) dipicu konflik terkait pinjaman online yang melibatkan pelaku dan korban.

Di tengah meningkatnya kasus jeratan pinjaman online di Indonesia, tragedi berdarah ini menambah daftar dampak sosial yang muncul akibat tekanan utang digital. Penyidik menyebut, persoalan pinjol memicu percekcokan antara korban dan pelaku hingga berujung pembunuhan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengatakan pelaku berinisial OA merupakan teman korban. Keduanya diketahui pernah bersama-sama meminjam uang melalui layanan pinjaman online, lalu menggunakan dana tersebut secara bersama.

“Pelaku adalah teman korban. Mereka berdua sempat pinjam uang lewat pinjol. Uang yang didapat itu dipakai berdua,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Menurut Edy, konflik bermula ketika pelaku berkomunikasi dengan korban terkait pembayaran utang pinjaman online tersebut. Percakapan itu kemudian berkembang menjadi percekcokan yang memicu emosi pelaku.

“Adanya percekcokan itulah akhirnya pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara ditusuk di bagian leher dan dada sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Polisi memastikan aksi pembunuhan dilakukan seorang diri. Kesimpulan itu diperoleh setelah penyidik memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi.

“Dari keterangan pelaku, kemudian cek CCTV, dan saksi di TKP, memang saat itu kondisi sepi. Tidak ada orang kecuali korban dan pelaku di lokasi,” tambah Edy.

Korban sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah di pos penjagaan perumahan Graha Darmo Satelit pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Jenazah pertama kali ditemukan oleh rekan kerja korban dalam kondisi tergeletak di dalam pos keamanan.

Kapolsek Sukomanunggal, Kompol M. Akhyar, mengatakan hasil pemeriksaan awal menemukan sedikitnya enam luka tusuk di tubuh korban. Luka tersebut tersebar di beberapa bagian vital, termasuk leher, dada, dan perut.

“Enam tusuk di leher sebelah kanan, punggung sebelah kiri, lengan sebelah kiri belakang, siku sebelah kiri, dada sebelah kanan, dan perut sebelah kiri,” kata Akhyar.

Polisi juga menemukan fakta bahwa telepon genggam milik korban hilang dan diduga dibawa pelaku usai kejadian. Namun kendaraan bermotor serta dompet korban tidak disentuh.

“Barang yang diambil handphone saja, handphone pribadi korban. Sedangkan sepeda motornya itu bagus, enggak diambil sama kunci kontaknya itu,” tuturnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Azis Subekti Dorong Kedaulatan Digital, Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Data

DCNews, Jakarta — Di tengah persaingan global yang semakin ditentukan...

Dinsos Kukar Coret Penerima Bansos yang Terlibat Pinjol, Judi Online dan Top Up Game

DCNews, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat penyaluran...

Harga Emas Antam 25 Juni 2026 Belum Dirilis, Investor Diminta Cermati Sinyal The Fed dan Pergerakan Rupiah

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

OJK Keluarkan Aturan Baru Finfluencer, Pelanggaran Bisa Berujung Pemutusan Akses

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan...