Fakta Baru Pembunuhan di Lampung Selatan, Ternyata Pelaku Terjerat Pinjol dan Judi Online

Date:

DCNews, Lampung Selatan — Suara teriakan minta tolong yang awalnya dianggap biasa oleh warga justru menjadi penanda awal tragedi berdarah di sebuah permukiman tenang di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Seorang perempuan lanjut usia, Supriyani (62), tewas setelah ditikam menantunya sendiri pada Sabtu sore (18/4/2026), dalam peristiwa yang kini mengungkap dugaan kuat keterkaitan dengan konflik rumah tangga dan jeratan utang akibat judi online.

Kesaksian warga menjadi kunci dalam merangkai kronologi kejadian. Teriakan histeris yang terdengar dari rumah korban sempat disangka candaan, sebelum berubah menjadi kepanikan yang memicu kecurigaan warga sekitar.

Siti Khodijah, tetangga korban yang menjadi saksi mata, mengatakan awalnya ia tidak menaruh curiga. Namun, intensitas teriakan yang terus meningkat membuatnya mendekat ke lokasi.

“Iya, Mbak Wi teriak-teriak minta tolong. Awalnya saya pikir bercanda sama anaknya, tapi kok makin lama makin panik. Pas saya samperin ke depan rumah, pelakunya malah melempar golok sambil teriak ‘mampus lo’,” ujar Siti, Senin (20/4/2026).

Saat tiba di halaman rumah, kondisi korban sudah kritis. Supriyani terlihat tergeletak bersimbah darah dalam pelukan anaknya, Dwi, yang juga merupakan istri pelaku.

“Korban sudah jatuh, dipeluk anaknya. Saya lihat sudah penuh darah,” kata Siti.

Pelaku yang diketahui bernama Mukti (32) langsung melarikan diri usai melakukan penyerangan. Warga yang panik sempat berupaya mengejar, namun situasi yang kacau membuat pelaku berhasil kabur dari lokasi.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa insiden ini berakar pada konflik rumah tangga yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Mukti dan istrinya disebut tengah menjalani proses perceraian dan telah pisah rumah selama sekitar empat bulan.

Wahyu, keponakan korban, mengungkapkan bahwa hubungan keduanya memang telah lama memburuk. Ia juga menyebut pelaku memiliki temperamen yang tidak stabil.

“Sudah sekitar empat bulan pisah rumah karena proses cerai. Istrinya tinggal sama ibunya yang pensiunan guru,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, pelaku juga diduga terjerat masalah finansial serius akibat kecanduan judi online dan pinjaman daring.

“Orangnya emosian. Belakangan ini juga suka main judi online dan punya banyak utang, termasuk pinjaman online,” katanya.

Pada malam hari setelah kejadian, Mukti akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Saat ini, ia telah diamankan di Polsek Jati Agung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Aparat kepolisian masih mendalami motif pasti di balik pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan tekanan ekonomi dan konflik personal yang memicu aksi kekerasan fatal ini.

Korban Berusaha Melerai, Berujung Tragis

Peristiwa memilukan ini terjadi ketika korban diduga berupaya melerai pertengkaran antara pelaku dan anak kandungnya. Namun, situasi justru memanas hingga berujung pada aksi penikaman menggunakan senjata tajam jenis golok.

Warga yang berdatangan ke lokasi sempat berusaha menyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun, luka serius di bagian kepala belakang dan leher membuat nyawa Supriyani tidak tertolong.

Kasus ini kembali menyoroti bahaya laten konflik domestik yang diperparah oleh tekanan ekonomi dan kecanduan judi online—kombinasi yang kerap berujung pada kekerasan dalam rumah tangga dengan konsekuensi fatal. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe Bakar Silaturahmi dengan 18 Ulama di Madura

DCNews, Madura — Polemik yang sempat berkembang antara anggota...

Posisi Strategis Sekretaris Kabinet

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Menteri PKP, juga Wakil Ketua...

Akses Diskusi DPR Disebut Tertutup, TB Hasanuddin Soroti Minimnya Kehadiran Menhan dan Menlu

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI dari...

Risiko Perempuan di Era Digital Meningkat: KPPPA Soroti Pelecehan Online hingga Jerat Pinjol Ilegal

DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus digitalisasi yang...