Fahri Hamzah: Konflik Global Jadi Peluang Indonesia Sebagai Kekuatan Dunia

Date:

DCNews, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menilai meningkatnya konflik global justru membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk naik kelas sebagai kekuatan dunia, asalkan mampu membangun kembali kepercayaan diri nasional. Hal itu disampaikan Fahri dalam Kajian Pengembangan Kebangsaan Bagian ke-8 yang digelar pada Jumat (10/4/2026) malam.

Ia menyebut disrupsi global akibat perang dan konflik telah menciptakan situasi yang penuh tantangan, namun sekaligus peluang bagi banyak negara, termasuk Indonesia.

Menurut Fahri, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi faktor penting dalam membangun optimisme nasional. Ia menilai Prabowo memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi di tengah kondisi bangsa yang selama ini cenderung mengalami defisit rasa percaya diri.

“Presiden Prabowo memiliki kepercayaan diri kuat di tengah kondisi bangsa yang selama ini cenderung merasa lemah,” kata Fahri.

Fahri menjelaskan, rendahnya kepercayaan diri nasional tidak lepas dari narasi sejarah yang terus direproduksi, terutama terkait masa penjajahan selama 350 tahun. Narasi tersebut dinilai membentuk mentalitas bangsa yang merasa bukan sebagai pelaku utama dalam peradaban dunia.

Padahal, menurut dia, Indonesia memiliki akar peradaban tua yang sejajar dengan bangsa-bangsa besar seperti Persia dan Turki. Ia juga mengapresiasi langkah Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mendorong penulisan ulang sejarah Indonesia berbasis temuan artefak dan kajian akademik.

“Indonesia adalah bagian dari peradaban besar dunia. Ini harus menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan diri bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahri menyoroti posisi strategis Indonesia dalam peta geopolitik global. Ia membandingkan peran Selat Hormuz yang dikendalikan Iran dengan jalur laut Indonesia yang dinilai memiliki pengaruh lebih besar terhadap perdagangan dunia.

“Jika Iran mengendalikan sekitar 30 persen jalur energi dunia di Selat Hormuz, maka Indonesia dengan selat-selatnya bisa menguasai hingga 70 persen arus perdagangan global,” ucapnya.

Dengan posisi tersebut, ia menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan utama di masa depan. Namun, Fahri mengingatkan agar elite nasional tidak terus memperkuat narasi polarisasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Dalam konteks global, Fahri juga menyinggung ketahanan sosial-politik Iran yang dinilai mampu menjaga soliditas nasional meski menghadapi embargo panjang. Ia menilai dukungan rakyat terhadap pemimpin menjadi faktor kunci kekuatan suatu negara.

“Soliditas antara pemimpin dan rakyat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tekanan global,” kata dia.

Fahri menekankan pentingnya membangun narasi persatuan di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Selain itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta kerja sama lintas sektor untuk memperkuat daya saing nasional.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa mendukung visi pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai kekuatan global baru, termasuk berperan aktif menjaga ketertiban dunia dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Pergerakan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan arah menuju kekuatan global,” ujarnya.

Fahri menambahkan, terdapat kesamaan visi antara Presiden Prabowo dan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, terkait arah baru Indonesia. Ia menyebut konsep “konsensus” yang diusung Prabowo sejalan dengan gagasan “gelombang sejarah” yang diperkenalkan Anis Matta.

Ia menjelaskan, konsensus pertama merujuk pada Sumpah Pemuda 1928, kedua pada lahirnya Pancasila dan UUD 1945, dan ketiga merupakan fase menuju Indonesia sebagai kekuatan global.

Menurut Fahri, langkah-langkah yang saat ini ditempuh pemerintah—mulai dari kemandirian pangan dan energi, hilirisasi industri, hingga penguatan teknologi dan sumber daya manusia—merupakan bagian dari strategi besar menuju Indonesia sebagai kekuatan global.

“Ini adalah proses membebaskan Indonesia dari ketergantungan dan membangun fondasi kekuatan nasional yang berkelanjutan,” kata Fahri. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPR Tekan Polisi Usut Tuntas Debt Collector yang Ganggu Layanan Darurat

DCNews, Jakarta — Praktik penagihan utang yang menyimpang kembali menuai...

Hoaks Ajakan Tarik Dana dari Bank BUMN Viral, OJK Tegaskan Tabungan Nasabah Aman dan Tak Dipakai untuk Program MBG

DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi digital,...

Sengketa Lahan Picu Kekerasan, DPR Tekankan Peran Pemda dan GTRA

DCNews, Jakarta — Gelombang konflik agraria yang berujung kekerasan...

Polisi Ungkap Modus Baru Debt Collector Pinjol di Sleman: Jebak Ambulans dan Damkar, Masuk Kategori Penipuan Online

DCNews, Yogyakarta — Aparat kepolisian mengungkap dugaan modus baru penipuan...