DCNews, Jakarta — Harga emas di platform Sahabat Pegadaian terpantau stagnan pada perdagangan Senin pagi, 30 Maret 2026. Data per pukul 07.22 WIB menunjukkan tidak ada perubahan harga pada tiga produk utama—Antam, UBS, dan Galeri24—sejak sehari sebelumnya, mencerminkan fase konsolidasi pasar logam mulia di tengah ketidakpastian global.
Berdasarkan laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Antam tercatat sebesar Rp2.937.000 per gram, sementara UBS berada di level Rp2.832.000 per gram dan Galeri24 di angka Rp2.818.000 per gram. Ketiga harga tersebut tidak berubah sejak Minggu (29/3), menandakan pergerakan pasar yang cenderung datar dalam jangka pendek.
Pegadaian menegaskan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah. Selain itu, pembaruan harga emas Antam di situs Logam Mulia umumnya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Dari sisi variasi produk, Galeri24 menawarkan emas mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara UBS tersedia dalam rentang 0,5 gram hingga 500 gram, dan Antam ditampilkan dari 0,5 gram hingga 100 gram di platform Sahabat Pegadaian.
Berikut rincian harga emas berdasarkan jenis dan ukuran:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.479.000
- 1 gram: Rp2.818.000
- 2 gram: Rp5.569.000
- 5 gram: Rp13.821.000
- 10 gram: Rp27.567.000
- 25 gram: Rp68.545.000
- 50 gram: Rp136.983.000
- 100 gram: Rp273.829.000
- 250 gram: Rp682.891.000
- 500 gram: Rp1.365.781.000
- 1.000 gram: Rp2.731.562.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.521.000
- 1 gram: Rp2.937.000
- 2 gram: Rp5.811.000
- 3 gram: Rp8.690.000
- 5 gram: Rp14.449.000
- 10 gram: Rp28.841.000
- 25 gram: Rp71.971.000
- 50 gram: Rp143.860.000
- 100 gram: Rp287.639.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.531.000
- 1 gram: Rp2.832.000
- 2 gram: Rp5.621.000
- 5 gram: Rp13.887.000
- 10 gram: Rp27.628.000
- 25 gram: Rp68.935.000
- 50 gram: Rp137.587.000
- 100 gram: Rp275.066.000
- 250 gram: Rp687.462.000
- 500 gram: Rp1.373.310.000
Analisis Dahlan Consultant
Di tengah tren harga yang relatif stagnan ini, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai kondisi tersebut mencerminkan fase “wait and see” investor global. Ia menjelaskan bahwa stabilnya harga emas saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor, termasuk ekspektasi suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta ketegangan geopolitik yang belum mengalami eskalasi signifikan.
“Dalam kondisi seperti ini, emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), tetapi investor perlu cermat dalam menentukan momentum masuk. Jika tekanan global meningkat, harga emas berpotensi kembali menguat,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu. Ia juga menyarankan investor ritel untuk memanfaatkan periode stagnan sebagai waktu akumulasi bertahap, bukan spekulasi jangka pendek. ***

