DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui platform Sahabat Pegadaian kembali menguat pada perdagangan Rabu pagi, 11 Maret 2026. Kenaikan terlihat pada dua produk utama, yakni emas UBS dan Galeri24, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar global.
Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada pukul 06.11 WIB, harga emas UBS tercatat sebesar Rp3.106.000 per gram, sementara emas Galeri24 berada di Rp3.083.000 per gram. Angka tersebut meningkat dibandingkan harga pada Selasa pagi, ketika emas UBS berada di Rp3.053.000 per gram dan Galeri24 Rp3.039.000 per gram.
Kenaikan ini mencerminkan tren penguatan harga logam mulia dalam beberapa hari terakhir. Pegadaian menegaskan bahwa harga emas yang tercantum di platformnya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Produk emas Galeri24 dijual dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sementara itu, emas UBS tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram. Untuk harga emas produksi Antam, pembaruan biasanya dilakukan di laman Logam Mulia setelah pukul 08.30 WIB.
Daftar Harga Emas Galeri24 (Pegadaian)
- 0,5 gram: Rp1.617.000
- 1 gram: Rp3.083.000
- 2 gram: Rp6.090.000
- 5 gram: Rp15.113.000
- 10 gram: Rp30.146.000
- 25 gram: Rp74.959.000
- 50 gram: Rp149.799.000
- 100 gram: Rp299.451.000
- 250 gram: Rp746.789.000
- 500 gram: Rp1.493.577.000
- 1.000 gram: Rp2.987.153.000
Daftar Harga Emas UBS (Pegadaian)
- 0,5 gram: Rp1.678.000
- 1 gram: Rp3.106.000
- 2 gram: Rp6.164.000
- 5 gram: Rp15.230.000
- 10 gram: Rp30.301.000
- 25 gram: Rp75.601.000
- 50 gram: Rp150.892.000
- 100 gram: Rp301.665.000
- 250 gram: Rp753.941.000
- 500 gram: Rp1.506.112.000
Analisis Pasar
Kenaikan harga emas domestik biasanya mengikuti pergerakan harga emas global yang dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti ketegangan geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral, dan fluktuasi nilai tukar dolar AS. Dalam beberapa pekan terakhir, pasar komoditas cenderung defensif karena investor mengalihkan sebagian portofolionya ke aset aman seperti emas.
Selain itu, meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri juga sering memicu kenaikan transaksi emas ritel di Indonesia. Jika ketidakpastian global berlanjut dan dolar melemah, harga emas berpotensi tetap bertahan di tren penguatan dalam jangka pendek. ***

