Harga Emas Antam Anjlok Rp77.000 ke Rp3.045.000 per Gram, Investor Cermati Tekanan Pasar Global

Date:

DCNews, Jakarta – Di tengah gejolak pasar keuangan global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat turun tajam pada perdagangan Rabu pagi, 4 Maret 2026. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia yang dipantau di Jakarta pukul 08.50 WIB, harga emas Antam merosot Rp77.000 menjadi Rp3.045.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp3.122.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback). Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.794.000 per gram. Harga tersebut berlaku di butik emas Logam Mulia dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Berikut daftar harga emas batangan Antam per 4 Maret 2026:

  • 0,5 gram: Rp1.572.500
  • 1 gram: Rp3.045.000
  • 2 gram: Rp6.030.000
  • 3 gram: Rp9.020.000
  • 5 gram: Rp15.000.000
  • 10 gram: Rp29.945.000
  • 25 gram: Rp74.737.000
  • 50 gram: Rp149.395.000
  • 100 gram: Rp298.712.000
  • 250 gram: Rp746.515.000
  • 500 gram: Rp1.492.820.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp2.985.600.000
Ketentuan Pajak Transaksi Emas

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Untuk pembelian emas batangan, tarif PPh 22 sebesar 0,45 persen berlaku bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap transaksi pembelian disertai bukti potong pajak.

Sementara itu, penjualan kembali (buyback) emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima nasabah.

Analisis Pasar: Tekanan Global dan Strategi Investor

Koreksi harga emas domestik umumnya mengikuti pergerakan harga emas dunia yang dipengaruhi sentimen suku bunga Amerika Serikat, penguatan dolar AS, serta ekspektasi kebijakan moneter global. Ketika imbal hasil obligasi meningkat dan dolar menguat, harga emas cenderung tertekan karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil tetap.

Di sisi lain, pelemahan harga dapat membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang yang memanfaatkan strategi “buy on weakness.” Namun, volatilitas jangka pendek masih berpotensi terjadi, terutama jika pasar merespons data inflasi global dan arah kebijakan bank sentral utama dalam waktu dekat.

Bagi investor ritel di Indonesia, pergerakan harga emas Antam juga dipengaruhi faktor kurs rupiah terhadap dolar AS. Jika tekanan eksternal berlanjut dan rupiah melemah, harga emas domestik berpotensi kembali menguat meski harga global stagnan. Sebaliknya, stabilisasi rupiah dapat menahan kenaikan harga emas dalam negeri meski terjadi ketidakpastian global. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe Bakar Silaturahmi dengan 18 Ulama di Madura

DCNews, Madura — Polemik yang sempat berkembang antara anggota...

Fakta Baru Pembunuhan di Lampung Selatan, Ternyata Pelaku Terjerat Pinjol dan Judi Online

DCNews, Lampung Selatan — Suara teriakan minta tolong yang...

Posisi Strategis Sekretaris Kabinet

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Menteri PKP, juga Wakil Ketua...

Akses Diskusi DPR Disebut Tertutup, TB Hasanuddin Soroti Minimnya Kehadiran Menhan dan Menlu

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI dari...