DCNews, Jakarta— Harga emas batangan di jaringan PT Pegadaian kembali menguat pada perdagangan Selasa pagi (24/2/2026), mencerminkan tren penguatan harga logam mulia di pasar domestik di tengah ketidakpastian global dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan laman resmi Sahabat Pegadaian yang dipantau pukul 08.06 WIB, harga emas produksi UBS tercatat Rp3.078.000 per gram, naik dari Rp3.061.000 per gram pada hari sebelumnya. Sementara emas Galeri24 dibanderol Rp3.063.000 per gram, menguat dari Rp3.047.000 per gram.
Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan harga emas ritel dalam beberapa hari terakhir. Adapun harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Emas Galeri24 tersedia dalam pecahan 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sementara emas UBS dipasarkan dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Untuk harga emas Antam, pembaruan dilakukan melalui laman resmi Logam Mulia setelah pukul 08.30 WIB.
Rincian Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.607.000
- 1 gram: Rp3.063.000
- 2 gram: Rp6.051.000
- 5 gram: Rp15.018.000
- 10 gram: Rp29.955.000
- 25 gram: Rp74.484.000
- 50 gram: Rp148.850.000
- 100 gram: Rp297.553.000
- 250 gram: Rp742.055.000
- 500 gram: Rp1.484.110.000
- 1.000 gram: Rp2.968.220.000
Rincian Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.663.000
- 1 gram: Rp3.078.000
- 2 gram: Rp6.107.000
- 5 gram: Rp15.091.000
- 10 gram: Rp30.023.000
- 25 gram: Rp74.911.000
- 50 gram: Rp149.513.000
- 100 gram: Rp298.908.000
- 250 gram: Rp747.048.000
- 500 gram: Rp1.492.343.000
Analisis Pasar: Safe Haven Kembali Diburu
Penguatan harga emas ritel di Pegadaian sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven). Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, tekanan geopolitik, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, emas cenderung menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset.
Secara historis, kenaikan harga emas domestik dipengaruhi oleh dua faktor utama: pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah. Ketika harga emas global naik atau rupiah melemah, harga emas dalam negeri biasanya ikut terdorong lebih tinggi.
Kenaikan tipis namun konsisten seperti yang terjadi hari ini mengindikasikan permintaan ritel tetap solid, terutama menjelang periode ketika kebutuhan likuiditas dan lindung nilai meningkat. Investor jangka pendek cenderung memanfaatkan momentum kenaikan untuk mengambil keuntungan, sementara investor jangka panjang melihat koreksi sebagai peluang akumulasi.
Dengan volatilitas pasar keuangan yang masih tinggi, pelaku pasar memperkirakan harga emas berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, namun tetap berada dalam tren menguat selama faktor risiko global belum mereda. ***

