DCNews, Jakarta — Pasar keuangan global memulai perdagangan Senin (23/2/2026) dengan nada hati-hati, ketika investor merespons kombinasi ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat, fluktuasi dolar AS, serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Pergerakan harga emas, minyak mentah, mata uang utama, hingga indeks saham teknologi menunjukkan pola defensif di awal pekan.
Harga emas dunia melanjutkan penguatan setelah mencatat kenaikan tajam pada akhir pekan lalu. Permintaan terhadap aset lindung nilai meningkat seiring kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global dan spekulasi arah kebijakan suku bunga bank sentral utama. Kenaikan emas mencerminkan pergeseran dana dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Sebaliknya, harga minyak mentah bergerak melemah pada perdagangan Asia. Tekanan muncul akibat kekhawatiran terhadap prospek permintaan energi global serta dinamika geopolitik yang meredakan premi risiko pasokan. Pelaku pasar juga mencermati potensi perlambatan aktivitas manufaktur di sejumlah negara konsumen utama.
Di pasar valuta asing, pasangan EUR/USD menguat tipis didorong pelemahan dolar AS. Investor menilai dolar kehilangan sebagian momentumnya setelah data ekonomi terbaru menunjukkan perlambatan moderat. Sementara itu, GBP/USD bergerak relatif stabil, dengan pelaku pasar menunggu rilis data lanjutan dari Inggris dan Amerika Serikat.
Untuk USD/JPY, dolar AS terpantau masih bertahan kuat terhadap yen Jepang, meskipun volatilitas meningkat. Pergerakan pasangan ini mencerminkan tarik-menarik antara permintaan dolar sebagai safe haven dan ekspektasi kebijakan moneter Jepang yang tetap akomodatif.
Di pasar ekuitas, kontrak berjangka Nasdaq dibuka melemah. Tekanan terutama datang dari sektor teknologi, di mana investor melakukan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian arah kebijakan perdagangan dan menantikan laporan kinerja emiten teknologi besar pekan ini.
Kesimpulan Analisis Pasar
Secara keseluruhan, perdagangan awal pekan menunjukkan kecenderungan defensif. Penguatan emas dan pelemahan indeks saham teknologi menandakan meningkatnya kehati-hatian investor.
Sementara itu, pergerakan mata uang utama mencerminkan fase konsolidasi dolar AS. Jika ketidakpastian kebijakan dan data ekonomi global terus berlanjut, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek, dengan aset safe haven berpotensi tetap menjadi pilihan utama pasar. ***

