DCNews, Jakarta — Mimpi Timnas Futsal Indonesia mencetak sejarah di depan publik sendiri harus tertunda. Setelah bertarung habis-habisan selama 50 menit waktu normal dan tambahan, skuad Garuda akhirnya menyerah dari Iran lewat adu penalti pada partai final AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Sabtu malam (7/2/2026).
Indonesia kalah 4–5 dalam babak tos-tosan, setelah sebelumnya bermain imbang 5–5 hingga perpanjangan waktu. Kekalahan menyakitkan ini sekaligus memastikan Iran kembali menegaskan dominasinya sebagai raksasa futsal Asia dengan meraih gelar juara ke-14 sepanjang sejarah turnamen.
Bagi Indonesia, hasil ini menghadirkan dua wajah sekaligus: kegagalan mengangkat trofi dan kebanggaan atas penampilan heroik tim asuhan Hector Souto, yang untuk pertama kalinya melangkah sejauh ini dan nyaris menaklukkan sang juara bertahan di hadapan puluhan ribu pendukung.
Final Penuh Tekanan dan Balik Momentum
Sejak peluit awal dibunyikan, laga berjalan dalam tempo tinggi dan tensi ekstrem. Iran langsung menekan dan membuka keunggulan cepat melalui Hosein Tayebi pada menit ke-3, gol yang sempat membungkam Indonesia Arena.
Namun, respons Indonesia justru mencerminkan kematangan mental yang jarang terlihat sebelumnya. Reza Gunawan menyamakan kedudukan di menit ke-7, sebelum Israr Megantara mencetak dua gol beruntun dalam rentang satu menit (menit ke-8 dan ke-9), membawa Indonesia berbalik unggul 3–1.
Iran memperkecil ketertinggalan lewat Mahdi Karimi menjelang turun minum, menutup babak pertama dengan skor ketat 3–2 untuk keunggulan tuan rumah.
Babak Kedua: Ketegangan Tanpa Henti
Memasuki babak kedua, tekanan Iran meningkat. Tendangan bebas Saeid Ahmad Abbasi di menit ke-23 membuat skor kembali imbang 3–3. Indonesia tak tinggal diam. Samuel Eko merespons cepat satu menit berselang lewat tembakan keras yang menggetarkan gawang Iran dan mengubah skor menjadi 4–3.
Saat kemenangan tampak di depan mata, strategi power play Iran menjadi pembeda. Gol Mahdi Karimi di menit ke-37 memaksa skor imbang 4–4 dan membawa laga ke babak perpanjangan waktu.
Extra Time dan Adu Penalti yang Menentukan
Drama belum berakhir. Indonesia sempat kembali unggul 5–4 di menit ke-48, memicu euforia di tribun. Namun, Iran sekali lagi menunjukkan mental juara. Sundulan Saeid Ahmad Abbasi satu menit kemudian mengubah skor menjadi 5–5, yang bertahan hingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.
Dalam babak krusial tersebut, ketenangan Iran berbicara. Tim Asia Barat itu menuntaskan penalti dengan skor 5–4, sekaligus memupus harapan Indonesia mengangkat trofi perdana AFC Futsal Asian Cup.
Kekalahan yang Menyisakan Harapan
Meski gagal menjadi juara, performa Timnas Indonesia menuai apresiasi luas. Kiper Ahmad Habiebie tampil sebagai salah satu pilar utama dengan serangkaian penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan penalti Salar Aghapour di waktu normal dan mematahkan peluang-peluang emas Iran sepanjang laga.
Final ini menegaskan satu hal: Indonesia bukan lagi sekadar peserta di panggung futsal Asia. Kekalahan dari Iran bukan cerminan jarak kualitas, melainkan bukti bahwa Garuda kini telah berdiri sejajar—tinggal menunggu waktu untuk benar-benar terbang paling tinggi. ***

