DCNews, Jakarta — Pasar keuangan global pada Sabtu, 7 Februari 2026, bergerak dalam fase penyesuaian setelah volatilitas tinggi sepanjang pekan. Harga emas mulai bangkit dari tekanan tajam, minyak mentah bergerak stabil di tengah kekhawatiran pasokan, sementara dominasi dolar AS terus membebani mata uang utama dunia. Di pasar saham, indeks teknologi Nasdaq masih menghadapi tekanan profit taking meski ada sinyal pemulihan terbatas.
Emas (Gold): Safe Haven Kembali Dilirik
Harga emas global menunjukkan penguatan setelah mengalami koreksi signifikan pada awal pekan. Permintaan aset lindung nilai kembali meningkat seiring investor menimbang risiko perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat. Meski demikian, pergerakan emas masih dibayangi tekanan dari dolar AS yang bertahan kuat dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.
Minyak Mentah (Oil): Stabil di Tengah Risiko Pasokan
Harga minyak mentah bergerak relatif stabil dengan kecenderungan menguat tipis. Pasar masih mencermati potensi gangguan pasokan global serta dinamika permintaan energi yang belum sepenuhnya pulih. Sentimen pasar cenderung berhati-hati, mengingat perlambatan ekonomi di sejumlah negara konsumen utama masih menjadi faktor penekan.
EUR/USD: Euro Tertekan Kuatnya Dolar
Pasangan EUR/USD bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Penguatan dolar AS dipicu oleh sikap bank sentral AS yang tetap hawkish, sementara kawasan Eropa masih dibayangi pertumbuhan ekonomi yang rapuh. Minimnya katalis positif dari zona euro membuat euro sulit keluar dari tekanan jangka pendek.
GBP/USD: Sterling Kehilangan Momentum
Pound sterling juga belum mampu mencatat penguatan berarti terhadap dolar AS. Investor masih menunggu arah kebijakan ekonomi Inggris selanjutnya, di tengah ketidakpastian global dan tekanan eksternal dari penguatan dolar. Pergerakan GBP/USD cenderung terbatas dan rentan koreksi.
USD/JPY: Dolar Menguat, Yen Melemah
Pasangan USD/JPY mencerminkan perbedaan kebijakan moneter yang semakin lebar antara Amerika Serikat dan Jepang. Ketika dolar AS tetap perkasa, yen Jepang masih tertekan oleh kebijakan moneter longgar dan minimnya intervensi yang agresif. Kondisi ini menjaga bias penguatan dolar terhadap yen dalam jangka pendek.
Nasdaq: Saham Teknologi Masih Dihantui Profit Taking
Indeks Nasdaq melanjutkan tekanan akibat aksi ambil untung pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Kekhawatiran terhadap valuasi tinggi, belanja investasi sektor teknologi, serta suku bunga tinggi masih membatasi ruang penguatan indeks. Meski demikian, investor mulai selektif mencari peluang pada saham dengan fundamental kuat.
Kesimpulan Analisis Pasar
Secara keseluruhan, pasar global masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan defensif. Emas mulai kembali diminati sebagai aset lindung nilai, sementara minyak bergerak hati-hati mengikuti perkembangan pasokan dan permintaan global. Dolar AS tetap menjadi poros utama pergerakan pasar, menekan mata uang mayor seperti euro dan pound, serta menjaga tren penguatan terhadap yen. Di sisi lain, Nasdaq menunjukkan bahwa sentimen risiko belum sepenuhnya pulih, dengan investor lebih selektif dan fokus pada stabilitas fundamental. Dalam jangka pendek, arah pasar akan sangat ditentukan oleh sinyal kebijakan moneter AS dan rilis data ekonomi utama dunia. ***

