DCNews, Jakarta — Platform pembiayaan digital Modalku mencatatkan penyaluran pendanaan kumulatif sebesar Rp 9,2 triliun kepada lebih dari 74.000 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, menandai satu dekade kiprah perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi sektor riil.
Didirikan pada 2016, Modalku menyatakan kinerja penyaluran dananya sepanjang 2025 melonjak 81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini, menurut perusahaan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan UKM terhadap pembiayaan fleksibel di tengah dinamika ekonomi nasional.
Pendanaan yang disalurkan digunakan untuk beragam keperluan produktif, mulai dari menjaga arus kas operasional, meningkatkan kapasitas usaha, hingga membuka peluang ekspansi yang berkelanjutan. Modalku menempatkan UKM sebagai tulang punggung perekonomian yang membutuhkan dukungan pembiayaan yang cepat, terukur, dan relevan dengan tahap pertumbuhan usaha.
Country Head Modalku Indonesia Arthur Adisusanto mengatakan, perusahaan akan memfokuskan strategi ke depan pada penguatan penyaluran pendanaan produktif yang selaras dengan kebutuhan UKM, baik yang berada pada fase awal, berkembang, maupun ekspansi.
“Stabilitas kinerja kami tercermin dari rasio Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) yang konsisten terjaga di bawah 2 persen. Hal ini memberi ruang bagi pengembangan produk pendanaan yang semakin disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan UKM di berbagai tahap pertumbuhan,” ujar Arthur, dikutip DCNews, Minggu (18/1/2026).
Dengan kombinasi pertumbuhan penyaluran yang agresif dan pengelolaan risiko yang terkendali, Modalku menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai mitra pembiayaan jangka panjang bagi UKM Indonesia di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah. ***

