DCNews, Jakarta — Keberhasilan Indonesia menjadi bangsa maju tidak semata ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi oleh kualitas sumber daya manusia, stabilitas politik dan keamanan, pemerataan pembangunan, kepemimpinan berintegritas, serta kuatnya persatuan nasional. Semua prasyarat itu, menurut Anggota MPR RI Novita Wijayanti, hanya dapat berjalan optimal jika Empat Pilar Kebangsaan dijadikan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pernyataan tersebut disampaikan Novita saat melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Karanglewas, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda MPR RI di daerah pemilihan Jawa Tengah VIII yang meliputi Banyumas dan Cilacap.
“Faktor-faktor ini menjadi penentu kesejahteraan bangsa sekaligus fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata Novita dalam keterangannya yang dipublikasikan Jumat (26/12/2025).
Menurut Novita, pemerataan pembangunan dan keadilan sosial menjadi kunci untuk menekan ketimpangan antarwilayah. Di sisi lain, kualitas kepemimpinan dan integritas pejabat publik menentukan keberpihakan kebijakan kepada rakyat, terutama dalam situasi krisis dan bencana.
“Persatuan dan integrasi nasional adalah sinergi seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan kehidupan yang damai dan berkeadilan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Novita juga menyinggung bencana alam yang melanda Kabupaten Banyumas pada pertengahan November lalu, berupa banjir di Desa Karanglewas Kidul dan tanah longsor di wilayah Karanglewas. Ia menilai musibah tersebut bukan hanya duka masyarakat setempat, tetapi juga duka bangsa Indonesia.
“Sebagai sesama warga negara, kita harus saling tolong-menolong, termasuk memberikan bantuan kepada para korban bencana,” kata Novita.
Ia menegaskan, keberhasilan bangsa akan terlihat jelas saat seluruh elemen masyarakat mampu bersatu menghadapi dan mengatasi bencana. Keberagaman latar belakang suku, agama, ras, budaya, hingga profesi justru menjadi kekuatan ketika dipersatukan oleh kepedulian dan solidaritas.
“Kondisi ini mencerminkan integrasi nasional. Semua elemen bangsa bersatu tanpa membeda-bedakan demi nilai kemanusiaan,” ujar Bendahara Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Novita menambahkan, nilai-nilai persatuan itu tidak akan tumbuh tanpa tertanamnya Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan masyarakat. Ia menilai, dalam praktik sehari-hari—termasuk saat bencana—masyarakat sejatinya telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
“Negara hadir melalui berbagai instansi untuk membantu masyarakat, bersatu padu tanpa membedakan status sosial, agar kondisi darurat dapat segera tertangani,” kata anggota Komisi V DPR RI ini.
Melalui sosialisasi tersebut, Novita berharap pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan semakin menguat di tengah masyarakat. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai edukasi kebangsaan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril bagi warga Karanglewas dalam menata kembali kehidupan pascabencana.
“Kami ingin masyarakat bangkit dengan semangat persatuan dan nilai kebangsaan yang kokoh,” pungkas Ketua Umum PP PIRA itu. ***

