Politikus NasDem Ingatkan Bahaya Penipuan dan Judi Online, Literasi Digital Dinilai Mendesak

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah laju teknologi digital yang kian cepat dan merambah hingga pelosok desa, kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan ruang digital secara bijak dinilai semakin mendesak. Tanpa literasi yang memadai, kemajuan teknologi justru berpotensi menjadi sumber masalah sosial dan hukum.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, I Nengah Senantara, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Literasi Digital di Desa Pikat, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Sabtu kemarin (20/12/2025). Dalam forum itu, ia menegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai, tetapi juga soal kesadaran etika, keamanan, dan tanggung jawab di ruang digital.

“Perkembangan dunia digital itu seperti madu dan racun. Jika dimanfaatkan dengan benar, manfaatnya besar. Tetapi jika tidak bijak, konsekuensi hukum dan sosial bisa sangat serius,” kata Nengah Senantara dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Ahad (21/12/2025).

Ia menyoroti maraknya penipuan transaksi digital yang memakan banyak korban, termasuk masyarakat di daerah. Selain itu, judi online disebutnya sebagai ancaman serius yang telah menjerat banyak keluarga hingga menimbulkan masalah keuangan berat dan tragedi kemanusiaan.

“Kasus judi online sudah sangat meresahkan. Banyak yang terlilit utang, bahkan ada yang nekat mengakhiri hidupnya karena tidak sanggup menanggung beban,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari warga desa dan unsur komunitas setempat. Diskusi berlangsung aktif, mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu keamanan digital, penipuan daring, dan penggunaan media sosial yang sehat.

Dalam konteks itu, Nengah Senantara mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih besar sebagai agen literasi digital di lingkungannya masing-masing. Ia menilai anak muda memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan teknologi ke arah produktif, sekaligus mendampingi orang tua dan kelompok rentan yang belum sepenuhnya memahami risiko dunia digital.

“Anak-anak muda bisa memanfaatkan digital untuk kegiatan positif, seperti pemasaran usaha. Mereka juga bisa membantu orang tua agar tidak mudah tertipu oleh modus penipuan digital,” katanya.

Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari sektor perbankan, Ida AA Ngurah Mahayana Gde Ade Suriadi Regek, yang membahas literasi keuangan digital. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman layanan perbankan digital, keamanan transaksi, serta langkah-langkah pencegahan terhadap kejahatan siber.

Secara lebih luas, kegiatan peningkatan literasi digital ini bertujuan membekali masyarakat dengan pemahaman menyeluruh tentang perkembangan teknologi digital, bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai instrumen ekonomi dan sosial yang aman, produktif, dan bertanggung jawab di era transformasi digital. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Tragedi Kereta Bekasi Timur, Sujatmiko Soroti Sistem Keselamatan dan Perlintasan Ilegal

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendesak...

Dorong Regulasi AI, Habib Aboe Bakar: Teknologi Harus Dikendalikan Manusia

DCNews, Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial...

Ancaman Siber Meningkat, Legislator PDIP Dorong Literasi Digital Jadi Pilar Pertahanan Negara

DCNews, Jakarta — Di tengah percepatan transformasi digital yang...

Kasus Roy Suryo Masuk Tahap Baru, KMI Apresiasi Pelimpahan Berkas ke Kejati DKI

DCNews, Jakarta — Proses hukum kasus yang menyeret nama mantan...