DCNews, Jakarta — Pasar keuangan global pada awal pekan ini dibuka dengan sentimen positif menyusul kabar potensi berakhirnya ancaman shutdown pemerintah Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang. Harga emas, minyak, dan indeks saham utama AS mencatatkan penguatan, sementara pergerakan mata uang utama menunjukkan volatilitas tinggi.
Harga emas (gold) terus menanjak sejak perdagangan Jumat pekan lalu dan berlanjut pada Senin (10/11/2025) pagi. Kenaikan ini didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada Oktober. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed memiliki ruang lebih luas untuk menurunkan suku bunga pada akhir tahun.
Sementara itu, harga minyak mentah (oil) juga mengalami kenaikan tipis. Investor merespons positif kabar bahwa kebuntuan anggaran di Kongres AS mulai mencair, membuka jalan bagi berakhirnya potensi shutdown pemerintah.
Dari pasar mata uang, EUR/USD dan GBP/USD sempat naik dua hari beruntun pada pekan lalu, namun pagi ini mengalami gap down setelah laporan menyebut delapan senator dari Partai Demokrat menyetujui rancangan anggaran sementara. Kesepakatan tersebut memicu penguatan dolar AS di awal pekan.
Sebaliknya, pasangan USD/JPY melanjutkan tren penguatan setelah prospek berakhirnya krisis anggaran AS memberi dorongan terhadap kepercayaan investor terhadap dolar.
Di pasar saham, Nasdaq dibuka gap up pada perdagangan Senin, bangkit dari aksi jual masif pekan lalu. Optimisme bahwa shutdown pemerintah AS akan segera berakhir menjadi katalis utama bagi pemulihan indeks teknologi tersebut.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar pada awal pekan ini menunjukkan kembalinya selera risiko (risk appetite) investor global setelah beberapa pekan terakhir dibayangi ketidakpastian fiskal di Washington dan prospek ekonomi AS yang melambat.

