Harga Emas Antam Anjlok Rp 23.000, Dipicu Aksi Profit Taking dan Meredanya Ketegangan AS–China

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali terkoreksi tajam pada awal pekan ini, seiring dengan melemahnya harga emas dunia dan meredanya tensi geopolitik global.

Pada perdagangan Senin (27/10/2025), harga emas Antam dibanderol Rp 2.327.000 per gram, turun Rp 23.000 dibandingkan posisi akhir pekan lalu (25 Oktober). Harga pembelian kembali (buyback) juga merosot Rp 23.000 ke level Rp 2.192.000 per gram.

Koreksi harga domestik sejalan dengan pelemahan emas di pasar internasional. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot terkoreksi 0,48% ke posisi US$ 4.092,17 per troy ons pada pukul 08.11 WIB, setelah sebelumnya sempat anjlok lebih dari 1%.

Grafik Simulatif Pergerakan Harga Emas Antam dan Emas Dunia

(Sumber: Antam, Bloomberg — diolah redaksi)

1. Harga Emas Antam (Rp/gram)
📉 20 Okt 2025 — Rp 2.315.000
📈 25 Okt 2025 — Rp 2.350.000
📉 27 Okt 2025 — Rp 2.327.000

2. Harga Emas Dunia (US$/troy ons)
📈 20 Okt 2025 — US$ 4.078,90
📈 25 Okt 2025 — US$ 4.112,70
📉 27 Okt 2025 — US$ 4.092,17

(Grafik memperlihatkan tren kenaikan yang kemudian terkoreksi tajam akibat aksi profit taking dan stabilisasi geopolitik global.)

Analis menilai aksi ambil untung (profit taking) menjadi pemicu utama kejatuhan harga logam mulia. Sejak Agustus lalu, harga emas telah mengalami reli panjang dan berulang kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Hingga Oktober 2025, harga emas masih membukukan kenaikan tahunan (year-to-date) sebesar 56,05%.

“Dengan kenaikan setinggi itu, wajar bila sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan,” ujar seorang analis pasar komoditas di Jakarta, Senin. “Tekanan jual otomatis meningkat dan memicu koreksi harga.”

Selain faktor teknikal, meredanya ketegangan geopolitik turut menekan minat terhadap aset safe haven. Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah dialog bilateral di Malaysia akhir pekan lalu.

Delegasi kedua negara mencapai kesepakatan awal untuk menghapus ancaman tarif impor dan pembatasan ekspor teknologi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, “Ancaman tarif 100% sudah pergi, begitu juga dengan kontrol ekspor China,” dalam wawancara dengan CBS News, dikutip dari Bloomberg News.

Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT ASEAN. “Mereka mau membuat kesepakatan, kami juga mau membuat kesepakatan,” ujarnya.

Dengan tensi dagang yang mereda, permintaan terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) berkurang. Para pelaku pasar kini menilai arah harga emas ke depan akan bergantung pada kelanjutan negosiasi dagang kedua negara dan kebijakan moneter The Federal Reserve menjelang akhir tahun. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Waspadai Rekening Dormant Disalahgunakan untuk Judol dan Pinjol, Edukasi Keuangan Diperkuat

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat edukasi...

Pengadilan Batalkan Putusan KPPU soal Dugaan Kartel Bunga Pinjol, 97 Fintech Sebelumnya Didenda Rp755 Miliar

DCNews, Jakarta — Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta...

Menolak Pasrah pada Jelaga: Menggugat Ketidakberdayaan Negara dan Menagih Solusi Tuntas Karhutla

Oleh: Muhammad Solikin (Pemerhati sosial dan lingkungan, tinggal di...

OJK Sanksi 11 Perusahaan dalam Kasus Manipulasi Saham DSSA, BREN, dan CUAN, Denda Capai Rp2,1 Triliun

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi...