DCNews, New York— Pasar saham Amerika Serikat menutup pekan ini dengan kenaikan moderat pada Jumat (17/10/2025) waktu setempat, di tengah sinyal positif dari Gedung Putih mengenai kelanjutan pembicaraan perdagangan dengan China serta laporan laba yang solid dari sejumlah bank regional. Pergerakan ini menandai akhir pekan yang bergejolak bagi Wall Street, sekaligus menegaskan ketahanan pasar di tengah ketidakpastian global.
Indeks S&P 500 naik 0,5% setelah sempat berfluktuasi antara zona hijau dan merah sepanjang sesi perdagangan, sementara Nasdaq 100 yang sarat saham teknologi menguat 0,7%. Indeks Volatilitas Cboe — indikator utama ketegangan pasar — turun ke level sekitar 21, menandakan pergeseran ke arah stabilitas.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa putaran berikutnya pembicaraan dagang antara Washington dan Beijing kemungkinan digelar pekan depan. Presiden Donald Trump juga mengekspresikan optimisme bahwa negosiasi tersebut dapat menghasilkan kesepakatan baru dan menurunkan tensi tarif yang sempat memicu kekhawatiran perang dagang.
“Saham kini naik moderat, meski investor masih berhati-hati terhadap kesehatan keuangan bank dan ketegangan lintas batas,” ujar José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers.
Kinerja Bank Regional Redakan Kekhawatiran Kredit
Sektor perbankan, yang sebelumnya tertekan akibat kekhawatiran penipuan di Zions Bancorp dan Western Alliance Bancorp, mulai menunjukkan tanda pemulihan. Laporan laba kuartalan dari Truist Financial Corp. dan Fifth Third Bancorp menunjukkan cadangan kerugian kredit yang lebih rendah dari perkiraan analis, mendorong saham-saham bank regional berbalik arah positif.
Indeks S&P Regional Banks Select Industry yang sempat anjlok 6,3% sehari sebelumnya, berbalik stabil pada akhir pekan. Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa risiko kredit akibat lonjakan pinjaman dalam dua tahun terakhir belum sepenuhnya mereda.
“Kekhawatiran meningkat bahwa ekspansi kredit berlebihan bisa memicu gelombang pinjaman bermasalah, seperti yang terjadi pada Silicon Valley Bank tahun 2023,” ujar Kathleen Brooks, Direktur Riset di XTB.
Investor Masih Waspada Volatilitas Oktober
Sepanjang pekan, indeks S&P 500 menguat 1,7% dan tetap mendekati rekor tertingginya. Namun, analis memperingatkan bahwa fluktuasi masih mungkin berlanjut seiring ketegangan dagang dengan China dan berlanjutnya musim laporan keuangan kuartal ketiga.
“Setelah mengatasi tekanan musiman di Agustus dan September, pasar kini menghadapi tantangan khas Oktober,” tulis Keith Lerner, Kepala Investasi di Truist Advisory Services. “Volatilitas meningkat dengan pelebaran pergerakan saham dan munculnya titik-titik kelemahan baru.”
Pergerakan Saham Individu
Beberapa saham utama mencatat pergerakan signifikan. Eli Lilly & Co. melemah setelah Trump menyebut harga obat diabetes Ozempic bisa turun menjadi sekitar US$150 per bulan. Sebaliknya, CSX Corp. menguat setelah melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui perkiraan analis. Sementara itu, Micron Technology Inc. turun menyusul laporan bahwa perusahaan chip tersebut akan menghentikan pasokan untuk pusat data di China.
“Investor sebaiknya tetap sabar dan membiarkan musim laporan keuangan berjalan, sambil mengantisipasi volatilitas jangka pendek yang memang menjadi siklus alami pasar,” kata Louis Navellier, Kepala Investasi di Navellier & Associates. ***

