DCNews, Jakarta — PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom), anak usaha Kredivo Group, resmi memperpanjang kemitraan strategis selama lima tahun dengan Mambu, penyedia platform perbankan awan (cloud banking) berbasis software-as-a-service (SaaS). Langkah ini menandai babak baru dalam upaya Krom memperkuat efisiensi digital dan memperluas jangkauan layanan di tengah persaingan ketat industri bank digital Indonesia.
Sebagaimana siaran pers yang diterima DCNews, Jumat (17/10/2025) sejak kerja sama pertama kali dijalin pada 2022, Mambu menjadi tulang punggung sistem inti (core banking) Krom. Melalui platform berbasis cloud tersebut, Krom mampu meluncurkan produk perbankan digital seperti rekening giro, tabungan, dan deposito berjangka dengan waktu pengembangan yang jauh lebih singkat dibandingkan sistem tradisional.
Efisiensi itu berkontribusi signifikan terhadap lonjakan jumlah pengguna setelah peluncuran aplikasi digital banking Krom pada 2024. Didukung infrastruktur Amazon Web Services (AWS), Krom kini mampu menjangkau segmen masyarakat unbanked dan underbanked — kelompok yang diperkirakan masih mencakup sekitar 75% populasi Indonesia.
Target Ambisius 2030
Krom menargetkan pembukaan lebih dari 20 juta rekening nasabah pada 2030. Fokus ekspansi diarahkan pada digitalisasi produk, efisiensi biaya operasional, serta peningkatan pengalaman pengguna di sektor perbankan ritel.
Dalam periode kemitraan baru ini, Mambu akan terus mendukung pengembangan produk simpanan dan pinjaman yang lebih adaptif terhadap perilaku konsumen digital di Indonesia. Krom juga berencana mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan generatif (generative AI) untuk mempercepat inovasi serta memperkuat manajemen data berbasis cloud.
Fondasi Bisnis Jangka Panjang
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menegaskan bahwa perpanjangan kemitraan dengan Mambu merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental bisnis digital perusahaan.
“Mambu telah menjadi mitra kuat sejak hari pertama. Perpanjangan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam strategi jangka panjang Krom untuk membangun bank digital yang inovatif, inklusif, dan tumbuh berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Anton.
Ia menambahkan, sistem inti Mambu yang cloud-native memberikan fleksibilitas tinggi bagi Krom dalam meluncurkan produk berdampak besar dengan cepat, tetap patuh regulasi, dan memberikan pengalaman tanpa hambatan bagi nasabah.
Potensi Indonesia Dorong Pertumbuhan Regional
Dari sisi mitra, Managing Director dan Head of APAC Sales Mambu, David Becker, menyebut kemitraan ini menegaskan potensi besar Indonesia dalam mempercepat transformasi perbankan digital di kawasan Asia Pasifik.
“Pertumbuhan pesat dan performa keuangan Krom membuktikan bagaimana platform inti cloud-native composable seperti Mambu mampu mendukung skala dan kelincahan bahkan di pasar kompleks sekalipun. Kami bangga memperpanjang kemitraan ini dan terus mendukung misi Krom untuk memperluas akses terhadap layanan perbankan digital berkualitas di Indonesia,” kata Becker.
Arah Transformasi Digital Perbankan
Perpanjangan kolaborasi Krom dan Mambu mencerminkan tren global sektor keuangan yang mengarah pada arsitektur API-based dan cloud-first, di mana efisiensi dan inovasi menjadi kunci utama daya saing.
Sejalan dengan berbagai proyeksi industri, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan melampaui US$360 miliar pada 2030, menjadikannya pasar strategis bagi pemain fintech dan bank digital. Kolaborasi antara Krom, Mambu, dan AWS memperkuat arah transformasi perbankan nasional menuju model yang lebih efisien, adaptif, dan terintegrasi secara digital. ***

