DCNews, Thailand — Ketegangan lama antara Thailand dan Kamboja kembali pecah. Pasukan kedua negara terlibat baku tembak dan saling melontarkan granat di wilayah perbatasan timur laut Thailand, dalam insiden pertama sejak kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat pada akhir Juli lalu.
Militer Thailand melaporkan bahwa tentaranya mendapat serangan dari pasukan Kamboja di wilayah Chong An Ma, Provinsi Ubon Ratchathani. “Satuan Tugas Suranaree telah disiagakan dan diperintahkan untuk merespons secara proporsional,” ujar juru bicara militer, Winthai Suvaree, dalam pernyataan resmi, Sabtu (27/9/2025). Ia menegaskan, tidak ada korban di pihak Thailand.
Namun, versi berbeda disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja. Menurut pernyataan mereka, pasukan Thailand lebih dulu menembakkan senjata ringan dan mortir ke arah pangkalan militer An Seh.
“Angkatan bersenjata Kamboja terus memantau situasi dan siap mempertahankan integritas wilayah negara,” bunyi pernyataan itu.
Konflik perbatasan kedua negara memanas sejak akhir Mei lalu, ketika baku tembak menewaskan seorang tentara Kamboja. Eskalasi meningkat setelah Mahkamah Konstitusi Thailand memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra pada Juli karena pelanggaran etika menyusul bocornya percakapan pribadi dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen.
Pengganti Paetongtarn, Anutin Charnvirakul, berjanji mencari solusi damai untuk perselisihan ini. Namun, insiden terbaru menunjukkan rapuhnya gencatan senjata dan potensi berlanjutnya ketegangan di kawasan perbatasan. ***

